logo rilis
Dukung Program 'Bekerja', Balitbangtan Sultra Perbanyak Ayam KUB 
Kontributor
Kurniati
08 Mei 2018, 11:32 WIB
Dukung Program 'Bekerja', Balitbangtan Sultra Perbanyak Ayam KUB 
FOTO: Humas Balitbangtan

RILIS.ID, Jakarta— Pengembangan ayam KUB di Badan Litbang Pertanian, BPTP Sulawesi Tenggara telah memasuki babak baru. 

Bibit ayam KUB (DOC) yang pada tahun 2017 lalu diberikan oleh Balai Penelitian Ternak, saat ini telah memasuki masa bertelur. 

Pemeliharaan di dalam kandang dengan sistem kandang baterai.

Masing-masing kandang terdiri dari 8 ekor induk betina dan 1 ekor pejantan.

Ayam Kampung Unggul Balitbang (KUB) merupakan ayam kampung asli inovasi dari Badan Litbang Pertanian hasil diseleksi selama 6 generasi. 

Ayam KUB dapat digunakan sebagai sumber bibit parent stock untuk penyediaan Day Old Chicken (DOC/bibit ayam) ayam kampung potong dan petelur dibutuhkan masyarakat untuk memenuhi kebutuhan daging dan telur ayam kampung.

Karakteristik dan keunggulan ayam KUB yaitu warna bulu beragam seperti ayam kampung padan umumnya, bobot badan umur 20 minggu 1.200 hingga 1600 gram, bobot telur 35 hingga 45 gram umur pertama bertelur lebih awal (20 hingga 22 minggu). 

Produksi telur lebih tinggi (160 hingga 180 butir per ekor per tahun), produksi telur (hen day) 50 persen, puncak produksi telur 65 hingga 70 persen dan lebih tahan terhadap penyakit.

Untuk menjaga keberlangsungan ayam yang merupakan unggulan Badan Litbang Pertanian tersebut, tim ayam KUB melakukan penetasan pertama kali pada awal April 2018 dengan menggunakan mesin tetas skala rumah tangga. 

Jumlah telur yang dapat ditetaskan dengan mesin tetas ini masih dalam skala kecil yaitu 42 butir. 

Untuk memperoleh hasil yang maksimal, sebelum melakukan penetasan terlebih dahulu dilakukan seleksi telur. 

Telur yang baik untuk ditetaskan memiliki ciri-ciri, di antaranya berat telur normal antara 40 hingga 45 gram per butir, warna telur agak gelap, tidak berbau busuk, bentuk telur normal, umur telur tidak lebih dari 5 hari. 

Sebelum telur dimasukkan, mesin penetasan terlebih dahulu dibersihkan dengan desinfektan, diberikan pemanas, thermometer sebagai pengukur suhu dan termostat sebagai alat pengatur suhu serta diberikan air untuk menciptakan kelembaban dalam ruangan. 

DOC pertama ayam KUB BPTP Sulawesi Tenggara menetas pada Rabu, 2 April 2018, dengan persentase 60 persen dari jumlah telur yang ditetaskan. 

Saat ini, indukan yang sementara dikembangkan adalah sebanyak 85 ekor, dengan rata-rata produksi telur 15 hingga 20 butir per hari.

Selanjutnya, BPTP Balitbangtan Sulawesi Tenggara akan terus melakukan penetasan terhadap telur-telur ayam KUB. 

Harapannya, ketersediaan bibit ayam kampung unggul di BPTP Balitbangtan Sulawesi Tenggara dapat lebih mendorong pengembangan unggas khususnya ayam kampung di Sulawesi Tenggara. 

Untuk mendiseminasikan teknologi mengenai ayam KUB, materi ayam KUB akan dijadikan sebagai salah satu materi yang akan didisiminasikan pada program Bekerja (Bedah Kemiskinan Rakyat Sejahtera).

Ayam KUB yang akan didistribusikan ke petani  di daerah diharapkan dapat menjadi unit pembibitan penghasil DOC ayam kampung dan mampu berkembang, sehingga dapat memenuhi keinginan peternak atau masyarakat untuk mendapatkan bibit dengan umur seragam dan berkualitas dengan terjangkau. 

Sumber: Rusdin


500
komentar (0)