logo rilis
Dukung Pemulihan Pariwisata di Tengah Pandemi, Komisi X DPR Kunjungi Semarang
Kontributor
Nailin In Saroh
11 Oktober 2020, 10:48 WIB
Dukung Pemulihan Pariwisata di Tengah Pandemi, Komisi X DPR Kunjungi Semarang
Ilustrasi wisata. FOTO: Istimewa

RILIS.ID, Jakarta—  


Komisi X DPR RI mendukung upaya pemerintah daerah memulihkan sektor pariwisata yang terpuruk akibat pandemi COVID-19. Untuk itu, Tim Kunjungan Kerja Reses Komisi X DPR RI dipimpin Wakil Ketua Komisi X DPR RI Agustina Wilujeng Pramestuti bertolak ke Kota Semarang, Jawa Tengah guna menggali, menyerap aspirasi, dan melakukan pengawasan terhadap implementasi kebijakan Pemerintah, termasuk pemulihan pariwisata.

“Di tengah pandemi COVID-19, kondisi pariwisata Indonesia sangat terpuruk. Kami perlu mendapatkan gambaran dan data mengenai kondisi pariwisata dan ekonomi kreatif di Kota Semarang ini, termasuk gambaran mengenai program-program jaringan pengaman sosial serta bantuan keringanan pajak dan listrik bagi industri pariwisata. Langkah-langkah apa saja yang telah dilakukan pemda dan organisasi pariwisata dalam mendukung pemulihan pariwisata dan penguatan ekraf,” kata Agustina di Kantor Wali Kota Semarang, Jateng, Kamis (8/10/2020).

Dalam periode masa sidang ini, Komisi X DPR RI bersama salah satu mitra kerjanya,  yaitu Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Kemenparekraf) telah menyepakati anggaran Rp 4,377 triliun anggaran tahun 2021 yang ditujukan untuk percepatan pemulihan pariwisata, membuat pariwisata dan ekonomi kreatif berkualitas, serta digitalisasi dan kedaulatan digital. “Untuk itu selain Panja Peta Jalan Pendidikan, saat ini Panja Penguatan Ekraf sedang bekerja,” lanjut legislator daerah pemilihan (dapil) Semarang tersebut.

Dampak dari pandemi COVID-19, jika menilik data Kemenparekraf per April 2020, terdapat sedikitnya 1.500 hotel dan akomodasi tutup sementara. Sejumlah restoran dan rumah makan mengalami penurunan omset mencapai 70 persen, hingga tutupnya 36 cabang brand food and beverages (F&B). Belum lagi berbagai destinasi wisata dan tempat hiburan tutup sementara, serta 39 event MICE yang ditunda. Berbagai wahana rekreasi juga mengalami 90-100 persen penurunan, 84 persen industri event dibatalkan dan sisanya ditunda. Data terakhir, 94,1 hingga 100 persen biro perjalanan alami penurunan.

Pjs. Walikota Semarang Tavip Supriyanto dalam laporannya menyebut pihaknya akan mempersiapkan segala upaya untuk memulihkan sektor pariwisata. Mengingat, kunjungan wisata di Kota Semarang sempat menyentuh angka 7,2 juta pengunjung pada 2019 lalu.  Meski membuka kembali pariwisata terkendala pandemi, pihaknya akan tetap memperketat penerapan protokol kesehatan COVID-19 khususnya pada sektor pariwisata.

“Kami ingin agar pelaku seni dan pariwisata di Kota Semarang tetap eksis dan menjalankan kegiatannya. Hal itu melalui beberapa program yang telah dijalankan, antara lain pelatihan-pelatihan yang bersifat kreatif dan pemberian bantuan sembako. Selain itu, menampilkan pertunjukan 30 band yang disiarkan secara virtual,” kata Tavip saat menyambut kedatangan Tim Kunker Komisi X di Kawasan Wisata Kota Lama, malam harinya.

Kota Semarang sendiri setidaknya memiliki 64 obyek wisata, yang terdiri dari 11 wisata alam, 24 wisata budaya dan 29 wisata buatan. Dengan daya tarik wisata yang begitu beragam, Kota Semarang diharapkan terus berkembang dimana arah kebijakannya adalah peningkatan pengelolaan kepariwisataan dengan kebijakan diarahkan pada peningkatan kunjungan wisatawan, pengelolaan obyek serta kemitraan kepariwisataan.

Untuk itu, lanjut Agustina, Panja Pemulihan Pariwisata Komisi X DPR RI telah menghasilkan sejumlah rekomendasi. Pertama, mendorong pelaku pariwisata memaksimalkan fase new normal dengan memberikan pelayanan terbaik dan aman untuk mendorong perjalanan/pergerakan wisatawan nusantara ke destinasi-destinasi wisata yang telah dibuka. Kemudian, mendorong pelaku pariwisata untuk aktif memberikan masukan kepada Pemerintah dan Pemda, serta turut mensosialisasikan protokol perjalanan wisata di masa new normal.

“Seperti kita ketahui, Kota Semarang ini potensi pariwisata dan budayanya cukup unik. Karakter ini muncul dalam bentuk kearifan lokal yang ada dalam masyarakat. Kearifan lokal Semarang merupakan potensi lokal yang berbentuk tatacara, nilai, norma, aturan, arsitektur bangunan serta tradisi seni dan budaya. Budaya masyarakat dipengaruhi oleh berbagai unsur, di antaranya China, Arab, Jawa dan Belanda yang terlihat dari bangunan sejarah yang berdiri di Kota Semarang. Bangunan tersebut menjadi daya tarik wisata di Kota Semarang,” pungkasnya.

Kunker Komisi X DPR RI ke Kota Semarang diikuti Pimpinan dan sejumlah Anggota lainnya, diantaranya Wakil Ketua Komisi X DPR RI Abdul Fikri Faqih (F-PKS), Anggota Komisi X DPR RI Esti Wijayanti dan Putera Nababan dari F-PDI Perjuangan, Mujib Rohmat dan Robert Joppy Kardinal dari F-Golkar, Djohar Arifin Husin dan Ali Zamroni dari F-Gerindra, Tina Nur Alam (F-NasDem), Bisri Romli (F-PKB), Yoyok Sukawi dan Bramantyo Suwondo dari F-Demokrat, Fahmi Alaydroes (F-PKS), dan Desi Ratnasari (F-PAN).  


Bagaimana menurut anda tentang artikel ini ?
500
komentar (0)


2020 | WWW.RILIS.ID