logo rilis
Duh! Banyak Pungli di Wisata Gunung Pancar Bogor
Kontributor
Ainul Ghurri
31 Desember 2017, 10:22 WIB
Duh! Banyak Pungli di Wisata Gunung Pancar Bogor
Pintu masuk Hutan Pinus Gunung Pancar, Bogor. FOTO: Istimewa.

RILIS.ID, Bogor— Yayasan Lembaga Konsumen Indonesia (YLKI), menyesalkan pelayanan dan pengelolaan fasilitas sosial (fasos) dan fasilitas umum (fasum) wisata hutan Pinus di Gunung Pancar, Bogor, Jawa Barat.

Ketua Harian Umum (YLKI), Tulus Abadi melihat banyaknya pungutan liar (pungli) di luar dan di dalam obyek wisata yang dikelola oleh Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) tersebut.

"Untuk tarif masuk saja dikenakan Rp7.500 per orang dan parkir mobil Rp15.000," katanya dalam keterangan tertulis yang diterima rilis.id Jakarta, Minggu, (31/12/2017). 

Ia menambahkan, sekalipun konsumen sudah membayar tarif masuk, di dalam lokasi wisata ternyata tidak tersedia fasos fasum terutama toilet dan mushola.

"Toilet tersedia tetapi ala kadarnya, itupun dikelola oleh warga. Dan untuk ke toilet dikenakan tarif Rp 3.000 per kepala," imbuhnya. 

Lebih lanjut, selain dikenakan bea masuk, di dalam wahana wisata juga masih dipungut parkir oleh "preman" dengan tarif minimal Rp10.000.

"Lalu gunanya apa kita membayar tarif parkir saat masuk," cetusnya. 

Bukan hanya itu, di dalam area hutan wisata banyak person menyediakan tempat photo boot dengan tarif Rp15.000 per kepala.

Dengan demikian, tarif yang dibayarkan konsumen yang ada di tempat wisata tersebut, tidak paralel dengan fasos fasum dan banyak pungli di dalamnya.

"Kenapa hal ini tidak dikelola sekalian sehingga tarifnya lebih transparan? Bandingkan dengan hutan wisata di Bantul, konsumen hanya dikenakan Rp10.000 untuk tarif masuk, dan tidak ada lagi pungutan apapun termasuk photo boot," bebernya.


#Pungli
#Wisata
#Gunung Pancar
#Bogor
#YLKI
komentar (0)