logo rilis
Duh, Banyak Begadang Ternyata Bisa Bikin Cepat Mati
Kontributor
Andi Mohammad Ikhbal
18 April 2018, 02:40 WIB
Duh, Banyak Begadang Ternyata Bisa Bikin Cepat Mati
Ilustrasi kerja malam. FOTO: Kompas Online.

RILIS.ID, London— Bahaya kurang tidur ternyata bahaya bagi kesehatan tubuh. Di antaranya melambatnya kognitif, kulit kusam, depresi, hingga penyakit kardiovaskuler dan diabetes. 

Namun, bagaimana halnya ketika seseorang tidur larut malam? Berikut ulasan yang ditulis Medicalxpress.com.

Penelitian baru dari Northwestern Medicine dan University of Surrey di Inggris menyebutkan, orang yang suka begadang dan kesulitan untuk bangun pagi memiliki risiko lebih tinggi untuk meninggal lebih cepat daripada mereka yang tidur lebih awal.

Dalam riset tersebut terlihat hubungan antara resiko kematian dengan kebiasaan orang bekerja di malam dan pagi hari.

Profesor psikologi di Northwestern University Feinberg School of Medicine, Kristen Knutson, mengatakan, orang yang tetap terjaga di malam hari memiliki konsekuensi kesehatan.

Studi ini dilakukan hampir setengah juta peserta di Inggris Biobank Study, mereka menemukan bahwa orang yang sering begadang memiliki risiko kematian 10 persen lebih tinggi.

Genetika dan lingkungan memainkan peran yang hampir sama dalam hal apakah kita adalah tipe pagi atau malam, atau di antara keduanya. 

"Jika kita dapat mengenali chronotypes ini, sebagiannya ditentukan secara genetis dan bukan hanya karena karakter atau jam kerja," kata Knutson.

"Mereka seharusnya tidak dipaksa untuk bangun pada shift jam 8 pagi. Sedangkan, beberapa orang mungkin lebih cocok untuk shift malam," tambah dia.

Dalam hal ini, seseorang masih mungkin untuk merubah kebiasaan bagadang. Selain itu, beberapa orang memang lebih cocok ketika bekerja di malam hari dan beberapa lainnya di siang hari.

Dalam penelitian di masa depan, Knutson dan rekan penelitian ingin menguji intervensi pada orang yang suka begadang agar mereka mengubah jam tubuh mereka untuk beradaptasi. 

Kemudian, akan dilihat apakah bisa mendapatkan peningkatan tekanan darah atau penurunan kualitas kesehatan secara keseluruhan.

Sumber: IDN Times


500
komentar (0)