logo rilis
Dua Tahun Berlalu, Fahri Hamzah Ingatkan Penguasa Tak Diam soal Kasus Novel
Kontributor
Nailin In Saroh
12 April 2019, 21:55 WIB
Dua Tahun Berlalu, Fahri Hamzah Ingatkan Penguasa Tak Diam soal Kasus Novel
Wakil Ketua DPR RI Fahri Hamzah

RILIS.ID, Jakarta— Wakil Ketua DPR RI Fahri Hamzah menanggapi kasus penyiraman air keras oleh orang tak dikenal, yang dialami penyidik senior Komisi Pemberantasan Korupsi atau KPK, Novel Baswedan. 

Pasalnya, kemarin Kamis (11/4/2019) tepat dua tahun kasus itu menjadi pembiaran hukum. Dimana, kasus tersebut tidak menemui titik terang seperti belum tertangkapnya pelaku penyiraman air keras kepada Novel Baswedan.

Fahri mengaku kecewa dengan sikap diam seribu bahasa yang ditunjukan penguasa saat ini. Meskipun, dirinya juga sering mengkritik KPK.

"Saya masih banyak kritik kepada KPK, tapi saya tidak terima ada orang dihancurkan lalu penguasa diam seribu bahasa," ujarnya, Jumat (12/4/2019).

Fahri menegaskan, apa yang dialami Novel Baswedan yang sampai mengalami cacat fisik, harusnya disikapi tegas oleh pemerintah, dengan mengusutnya serius dan tuntas.

"Ini kejahatan yang tidak bisa diterima! Penguasa jangan diam," tegas inisiator Gerakan Arfah Baru Indoesia (GARBI) itu.

Diketahui, Kamis (11/4/2019) genap dua tahun berlalu sejak teror yang dialami Novel Baswedan, tetapi perhatian dari para pejabat, petinggi kepolisian hingga Presiden Jokowi, nyatanya semu belaka. Perhatian itu tak diikuti langkah konkret penanganan kasus yang cepat dari kepolisian.

Sebelah mata Novel masih belum sepenuhnya melihat jelas. Pelaku teror pun masih berkeliaran bebas. Sementara tim gabungan pencari fakta (TGPF) yang diminta Novel dan para aktivis antikorupsi semakin tak menentu rimbanya.

Namun Jokowi harus kembali menimbang serius sikap pasifnya terhadap aspirasi pembentukan TGPF. Ini karena momentum peringatan kasus Novel pada hari ini, hanya terpaut beberapa hari saja dengan hari pencoblosan Pemilu 2019, 17 April mendatang.

Bila terus bersikap pasif atas aspirasi tersebut, bukan tak mungkin para pemilih akan semakin meragukan komitmen Jokowi dan pemerintahannya dalam pemberantasan korupsi dan penguatan KPK.




Bagaimana menurut anda tentang artikel ini ?
500
komentar (0)





2019 | WWW.RILIS.ID