logo rilis
Dua Set Rangkaian MRT Tiba di Jakarta
Kontributor
Kurniati
04 April 2018, 17:32 WIB
Dua Set Rangkaian MRT Tiba di Jakarta
Pembangunan jalur MRT di Jakarta. FOTO: RILIS.ID/Indra Kusuma

RILIS.ID, Jakarta— Sebanyak dua set rangkaian kereta Mass Rapid Transport (MRT), milik PT MRT Jakarta yang terdiri atas dua belas kereta, tiba di Pelabuhan Tanjung Priok, Jakarta Utara, Rabu (4/4/2018).

"Hari ini, dua rangkaian kereta MRT tiba di Pelabuhan Tanjung Priok. Proses penurunan kereta dari kapal kargo akan dilakukan Kamis (5/4). Dilanjutkan dengan proses pengiriman ke Depo Lebak Bulus dengan menggunakan multi-axle trailer," kata Direktur Utama PT MRT Jakarta, William Sabandar, di Jakarta.

Menurut dia, proses pengiriman tersebut akan berlangsung hingga Minggu (8/4/2018) mulai pukul 22.00 hingga 05.00 WIB untuk mengurangi dampak kepadatan lalu lintas yang ditimbulkan. 

Kereta MRT Jakarta adalah kereta baru yang dibuat oleh perusahaan kereta api Nippon Sharyo, Jepang.

"Untuk memastikan proses pengiriman berjalan dengan lancar, kami sudah terlebih dahulu melakukan serangkaian uji coba, sekaligus simulasi pengiriman sejak Februari 2018," ujar William.

Dia menjelaskan, 14 set rangkaian kereta berikutnya akan mulai dikirim pada akhir Juni 2018 dan ditargetkan pada akhir Oktober 2018 total keseluruhan 16 set rangkaian kereta MRT Jakarta akan tiba di ibu kota dan segera disiapkan untuk mengikuti serangkaian proses trial run.

"Pada Fase 1, kami menyiapkan 16 set rangkaian kereta. Dari 16 set tersebut, sebanyak 14 set rangkaian kereta diantaranya akan dioperasikan, sedangkan dua set rangkaian kereta akan disiagakan sebagai cadangan," tutur William.

Sementara itu, MRT Jakarta akan dioperasikan mulai pukul 05.00 hingga 24.00 WIB dengan rentang atau jarak waktu antarkereta (headway) lima menit pada jam-jam sibuk.

"Kami berharap kehadiran MRT Jakarta dapat menjadi salah satu solusi masalah kemacetan di ibu kota karena perubahan gaya hidup masyarakat akan berubah, yakni dari penggunaan kendaraan pribadi ke transportasi publik," kata William.
 

Sumber: ANTARA


500
komentar (0)