logo rilis

Dua Faktor Penyebab SBY-Prabowo Bersatu
Kontributor
Zulhamdi Yahmin
24 Mei 2018, 13:01 WIB
Dua Faktor Penyebab SBY-Prabowo Bersatu

RILIS.ID, Jakarta— Peneliti muda Pusat Studi Politik dan Keamanan, Universitas Padjadjaran (Unpad), Bandung, Nanang Suryana, mengatakan, berkoalisinya Partai Demokrat dengan Partai Gerindra bisa menandingi koalisi Joko Widodo di Pilpres 2019. 

Namun, kata Nanang, Ketua Umum Demokrat Susilo Bambang Yudhoyono dan Ketum Gerindra Prabowo Subianto harus memberikan tawaran calon presiden yang sesuai dengan harapan masyarakat. 

"Rajutan koalisinya harus memberikan sebuah tawaran mengisi ruang kosong dalam hati pemilih. Jika nama yang diusung hanya repetisi dari banyak momen politik sebelumnya, saya pikir masih sulit menandingi petahana," kata Nanang kepada rilis.id, Kamis (24/5/2018). 

SBY dan Prabowo, ujar Nanang, pertama harus sama-sama mengedepankan strategi kemenangan ketimbang ego ketokohan keduanya bila ingin mengalahkan Jokowi. Kedua, Prabowo bisa legowo untuk tidak maju dalam pilpres dan memilih capres yang lebih besar potensinya untuk menang. 

"Kalau berkaca pada kondisi hari ini, saya pikir masih sulit (menang). Kecuali koalisi Demokrat-Gerindra mampu memberikan alternatif nama di luar Prabowo," ujarnya. 

Nanang menilai, besar peluang Demokrat dan Gerindra ini untuk bersatu dalam koalisi. Apalagi, kedua partai tersebut memiliki kepentingan yang sama, yakni mengganti presiden pada 2019 mendatang. 

"Karena politik adalah seni dari segala kemungkinan, peluang terjalinnya koalisi dengan tujuan yang sama ini berpeluang terwujud," tandasnya. 

Sebelumnya, Demokrat membangun komunikasi dengan Gerindra melalui pertemuan Komandan Kogasma Agus Harimurti Yudhoyono dan Wagub DKI Jakarta yang juga politisi Gerindra, Sandiaga Uno. Bahkan, komunikasi itu akan berlanjut seiring rencana pertemuan Prabowo dan SBY setelah Idul Fitri. 

Editor:


Bagaimana menurut anda tentang artikel ini ?
500
komentar (0)