logo rilis
Drama! Setnov Minta Dahinya Diperban dan Ditetesi Obat Merah 
Kontributor
Tari Oktaviani
05 April 2018, 14:44 WIB
Drama! Setnov Minta Dahinya Diperban dan Ditetesi Obat Merah 
Terdakwa korupsi e-KTP, Setya Novanto. FOTO: RILIS.ID/Indra Kusuma

RILIS.ID, Jakarta— Supervisor keperawatan RS Medika Permata Hijau Indri Astuti menyampaikan, Setya Novanto sempat meminta obat merah untuk diberikan di dahinya sebelum diperban. 

Hal ini ia sampaikan saat menjadi saksi dalam sidang perkara perintangan penyidikan tersangka Setya Novanto, dengan terdakwa Fredrich Yunadi, Kamis (5/4/2018).

Saat Setya Novanto mengalami kecelakaan pada pertengahan November tahun lalu, Indri Astuti memang menjadi salah satu perawat yang menemuinya pertama kali. 

Indri mengaku, saat Setnov dirawat di RS Medika Permata Hijau, ia meminta untuk perban kepalanya.

"Setelah saya bawa tensinya, saya belum tau instruksinya apa, belum keluar kamar. Si bapak itu (Setya Novanto) teriak kapan saya diperban, tadinya kan diem aja, disitu ga ada siapa-siapa, makanya saya kaget. Saya bilang aja tunggu pak, saya ikut dr Bimanesh visit dulu," jawab Indri kepada Setnov kala itu.

Tak hanya itu saja, Indri juga menyampaikan Setnov sempat meminta dibubuhi obat merah di dahinya. 

Namun, Indri tak mengabulkan keinginan Setnov, karena di Rumah Sakit tak ada lagi menggunakan obat merah.

"Pasien minta kepada saya untuk obat merah, saya katakan lagi kok pakai obat merah karena kita di rumah sakit udah nggak pernah pake, saya bilang saja obat merah sudah tidak ada di rumah sakit. Lalu pasien diem saja," papar kepada hakim.

Sepenglihatan Indri kala itu, mantan Ketua DPR itu tidak mengalami luka serius. 

Ia mengatakan, hanya ada benjolan kecil di dahi sebelah kiri, lalu luka lecet sedikit di bagian sikut. Untuk itu ia hanya membersihkan luka Setnov tanpa ada perawatan khusus.

Lebih jauh, Indri pun memandang seharusnya luka Setnov itu tidak perlu sampai diperban. Untuk itu ia pun heran dengan permintaan Setnov yang ingin diperban.

"Ya, pendapat saya setelah dikasih obat merah ya cukup dibuka saja pak. Kata temen saya, si Fitri bahkan mengatakan si bapak ini meminta dua kali untuk diperban, dokter Bima (Bimanesh) sebenernya tidak instruksikan untuk diperban," tuturnya.

Sebelumnya diketahui, Fredrich didakwa merintangi penyidikan kasus korupsi proyek pengadaan e-KTP bersama-sama dokter Rumah Sakit Medika Permata Hijau, Bimanesh Sutarjo. 

Fredrich disebut merekayasa agar Setnov dirawat inap di Rumah Sakit Medika Permata Hijau, pada pertengahan November 2017. 

Dia disangkakan melanggar Pasal 21 Undang-Undang Nomor 31 Tahun 1999 sebagaimana telah diubah dalam Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2001 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi juncto Pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHP.
 

Editor: Kurniati


500
komentar (0)