logo rilis

Drama Abu Bakar ketika Ditangkap KPK
Kontributor
Tari Oktaviani
12 April 2018, 06:35 WIB
Drama Abu Bakar ketika Ditangkap KPK
Bupati Bandung Barat, Abu Bakar. FOTO: RILIS.ID/Indra Kusuma.

RILIS.ID, Jakarta— Publik agak sedikit heran dengan penangkapan Bupati Bandung Barat, Abu Bakar. Pasalnya, sehari sebelumnya KPK telah melakukan operasi senyap dan berhasil menciduk tujuh orang tersangka termasuk Abu Bakar.

Justru Abu Bakar malah konfrensi pers mengklaim kedatangan KPK hanya untuk mengkonfirmasi suatu hal. Dan dia mengatakan pada pihak KPK bahwa dirinya tidak bisa ikut dibawa ke Gedung KPK karena sedang sakit. 

Wakil Ketua KPK, Saut Situmorang, membenarkan Bupati Bandung Barat juga pihak yang sedianya ikut ditangkap, namun penyidik menunda penangkapan terhadap Bupati Bandung Barat, Abu Bakar pada Selasa (10/4/2018) malam kemarin karena dia sedang tidak sehat dan harus menjalani kemoterapi.

"Tim tiba di rumah Bupati Bandung Barat, ABB (Abu Bakar) untuk mengamankan yang bersangkutan. Namun, yang bersangkutan untuk tidak diamankan karena harus melakukan kemoterapi dan sedang tidak fit," kata Wakil Ketua KPK, Saut Situmorang dalam konferensi pers di Gedung KPK, Jakarta, Rabu (11/4/2018).

Lantaran merasa iba, tim KPK pun memutuskan untuk hanya memeriksa Abu Bakar di kediamannya dan melakukan koordinasi dengan dokter pribadi untuk pengecekan kesehatannya. Kendati begitu, Abu Bakar diminta membuat surat pernyataan untuk datang ke Gedung KPK setelah menjalani kemoterapi di Bandung.

Namun, pihak KPK tampak geram. Pasalnya kesempatan itu dimanfaatkan Abu Bakar menggelar konferensi pers di kediamannya. Dalam konferensi pers itu, Abu Bakar membantah telah ditangkap KPK.

"Yang bersangkutan malah membuat pernyataan pers malam harinya dan menyebut KPK hanya mengklarifikasi isu tertentu dan yang bersangkutan menyanggahnya,"  kata Saut.

Lalu, pasca menjalani kemoterapi di Rumah Sakit Borromeus Bandung, Abu Bakar mendatangi Gedung KPK di Jakarta malam ini. Hal ini sesuai surat pernyataannya yang sebelumnya dibuat Abu Bakar.

"Petugas KPK di Bandung hanya memastikan ABB memenuhi janji sesuai surat pernyataan yang ditandatangani sebelumnya," kata Saut. 

Dalam kasus ini tim Satgas KPK telah mengamankan enam orang lain dalam OTT kemarin. KPK pun kemudian menetapkan empat orang sebagai tersangka, yakni Abu Bakar; Kepala Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia Kabupaten Bandung Barat, Asep Hikayat; Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan Wetti Lembanawati; dan Kepala Badan Perencanaan, Pembangunan, Penelitian dan Pengembangan Daerah (Bappeda), Adiyoto.

KPK menduga, Abu Bakar telah meminta uang kepada jajaran Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) untuk kepentingan kampanye sang istri, Elin Suharliah yang maju sebagai calon Bupati Bandung Barat periode 2018-2023.  

"Hingga April, Bupati terus menagih permintaan uang ini salah satunya untuk membayar lembaga survei," ungkap Saut.

Editor:


Bagaimana menurut anda tentang artikel ini ?
500
komentar (0)