logo rilis
DPT Meningkat, KPU Pengadaan Surat Suara Ditambah
Kontributor
Fatah H Sidik
09 Juni 2018, 12:17 WIB
DPT Meningkat, KPU Pengadaan Surat Suara Ditambah
Pemilihan Gubernur NTT. ILUSTRASI: RILIS.ID/Hafidz Faza

RILIS.ID, Kupang— Komisi Pemilihan Umum (KPU) Nusa Tenggara Timur (NTT) tengah mempersiapkan perubahan kontrak tender pengadaan surat suara. Pemenang lelang diminta mencetak suara tambahan, menyusul meningkatan daftar pemilih tetap (DPT) Pemilihan Gubernur (Pilgub) NTT 2018.

"Dalam perubahan DPT, ada penambahan jumlah pemilih yang cukup banyak. Sehingga, berpengaruh terhadap jumlah surat suara yang sudah selesai diadakan," ujar Juru bicara KPU NTT, Yosafat Koli, di Kupang, Sabtu (9/6/2018).

"Tidak ada pilihan lain, kecuali membuat adendum kontrak untuk mencetak tambah surat suara. Karena, pengadaan sebelumnya sesuai dengan DPT awal yang telah ditetapkan," imbuh dia.

DPT Pilgub NTT mulanya 3.177.562 pemilih. Kini, menjadi 3.186.506 pemilih atau bertambah sekitar 9.000 orang.

Perubahan terjadi, karena perubahan jumlah pemilih di enam dari 21 kabupaten/kota. Di antaranya, Kabupaten Kupang, Lembata, Manggarai, Manggarai Timur, Sikka, dan Timor Tengah Selatan (TTS).

"Perubahan ini, karena adanya pengecekan dan penelusuran penyelenggara dan Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil di masing-masing daerah. Ada juga yang karena temuan penelusuran KPU RI dan Dukcapil," terang Yosafat.

Pleno ulang perubahan DPT, pun dipengarugi rekomendasi Panitia Pengawas Pemilu masing-masing daerah. "Khusus untuk Lembata dan Sikka, itu karena adanya temuan data yang sudah ditelusuri KPU RI dan tim verifikasi," ungkapnya.

"Setelah ditelusuri, ternyata ditemukan data. Sehingga, datanya dimasukkan dalam perubahan DPT," pungkas Yosafat.

Sumber: ANTARA


500
komentar (0)