logo rilis

DPRD Jatim Tolak Aturan Rujukan BPJS bagi Pasien
Kontributor
Budi Prasetyo
19 Oktober 2018, 13:37 WIB
DPRD Jatim Tolak Aturan Rujukan BPJS bagi Pasien
Ilustrasi: RILIS.ID

RILIS.ID, Surabaya— Ketua Komisi E DPRD Jawa Timur Hartoyo mengatakan, instansinya meminta agar aturan rujukan pasien yang diterapkan Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) segera dicabut. Aturan itu dinilai bisa merugikan pasien. 

"Kami mendesak segera membatalkan aturan tersebut. Bahkan perlu BPJS kesehatan mengembalikan pelayanan kesehatan seperti awal atau tanpa sistem rujukan berobat saat ini," kaya Hartoyo ditemui usai hearing dengan rumah sakit milik Pemprov Jatim, Jumat (19/10/2018).

Dikatakannya, pihak komisi E DPRD Jatim juga telah mendatangi ke kementerian kesehatan, dan BPJS beberapa waktu lalu di Jakarta. Dalam kunjungan tersebut komisi E menyampaikan bahwa seharusnya untuk pelayanan kesehatan ini langsung ditangani oleh kementerian kesehatan, dan untuk BPJS kesehatan seharusnya tugasnya yaitu mengumpulkan uang dari peserta BPJS dan membayarkan ke rumah sakit.

"Permasalahan tersebut saat ini, sudah dilakukan koordinasi lagi antara pihak BPJS dan Kementerian kesehatan. Ingat BPJS kesehatan ini dibentuk karena peraturan presiden sebagai penyedia asuransi dan membayar ke rumah sakit, bukan mengurusi pelayanan kesehatan yang seharusnya menjadi kewenangan kementerian kesehatan," paparnya.

Wakil Ketua Komisi E DPRD Jatim, Suli Daim, mengatakan, peraturan baru BPJS Kesehatan ini juga menyalahi Undang-Undang 36 Tahun 2016 tentang pelayanan kesehatan. Aturan itu menjamin setiap orang berhak memperoleh akses sumber daya di bidang kesehatan.

"Intinya sistem rujukan berobat yang diperlakukan BPJS kesehatan saat ini justru mempersulit warga dan bisa mempercepat kematian pasien bukan menyembuhkan pasien. Dan seharusnya BPJS kembali sebagai operator penyedia jasa dan bukan ikut campur tangan dalam pelayanan kesehatan. Karena pelayanan kesehatan itu urusan dari Kementerian Kesehatan," ujar suli politisi asal Fraksi PAN Jatim.

Seperti diberitakan sebelumnya, pada peraturan rujukan berjenjang, para pelanggan BPJS Kesehatan diharuskan memulai perawatan mereka di Puskesmas. Apabila memerlukan rujukan, pasien diwajibkan dirujuk ke Rumah Sakit dengan tingkatan paling rendah untuk kemudian mulai naik level demi level.

Editor: Sukma Alam


Bagaimana menurut anda tentang artikel ini ?
500
komentar (0)