logo rilis
DPRD Jatim Minta Nasib Petani Tebu Diperhatikan
Kontributor
Budi Prasetyo
08 April 2018, 20:17 WIB
DPRD Jatim Minta Nasib Petani Tebu Diperhatikan
Petani tebu. FOTO: pertanian.go.id

RILIS.ID, Surabaya— Ketua Komisi C DPRD Jawa Timur, Anik Maslachah, menilai, penutupan pabrik gula di Jatim membuat nasib petani tebu tak menentu. Sebab, tebu yang dihasilkan tak bisa diserap, sehingga para petani merugi. 

"Tahun kemarin, penutupan dua titik di Sidoarjo berpengaruh pada petani tebu. Mau enggak mau ketika tutup, dia tidak punya usaha lain dan berpengaruh pada pengangguran," ujarnya di Surabaya, Jatim, Minggu (8/4/2018).

Para petani, imbuh Anik, juga dirugikan dengan kondisi pabrik tua. Sebab, rendemen tebu yang dihasilkan rendah.

Dia mengingatkan, Jatim merupakan wilayah berbasis pertanian. Gula, salah satu komoditas yang menyuplai kebutuhan nasional.

Karenanya, Anik meminta perbaikan tata niaga gula di Jatim. "Bisa membeli mesin baru dan memperbaiki regulasi," katanya mencontohkan.

Dirinya juga mendorong badan usaha milik daerah (BUMD) Jatim, seperti Puspa Agro, ikut menguatkan tata niaga tebu. Misalnya, membentuk unit usaha untuk menangani tebu di Jatim. 

"Itu salah satu yang memungkinkan. Karena, core bisnis JGU (Jatim Grha Utama), kan, di bidang agro. Jadi, tidak ada salahnya dikelola, tetapi harus ada kajian," pungkas Ani. JGU merupakan induk usaha Puspa Agro.

Editor: Fatah H Sidik


500
komentar (0)