logo rilis
DPR Tebak Menkumham Tahu Banyak soal Suap di Lapas Sukamiskin
PENULIS : Nailin In Saroh ,
23 Juli 2018, 10:33 WIB
DPR Tebak Menkumham Tahu Banyak soal Suap di Lapas Sukamiskin
Ilustrasi kondisi di Lapas. FOTO: Istimewa.

RILIS.ID, Jakarta— Anggota Komisi III DPR RI, Nasir Djamil, meyakini kalau Menteri Hukum dan HAM Yasonna Laoly mengetahui praktik suap yang terjadi di lembaga pemasyarakatan (Lapas), khususnya di Lapas Sukamiskin Bandung.

"Tahu, tapi kan sepertinya sulit untuk diberantas karena sudah diberantas ada lagi," ujar Nasir kepada wartawan di Jakarta, Senin (23/7/2018).

Menurut dia, ini bukan soal kesejahteraan kepala Lapas, khususnya di Sukamiskin. Makanya, ia menyarankan ke depannya, pengganti Kalapas Wahid Husein harus lebih punya integritas.

"Jadi ke depannya, harus ditempatkan Kalapasnya yang suka miskin bukan suka kaya," tukasnya

Terpisah, Wakil Ketua Komisi III DPR RI, Erma Suryani Ranik, menyatakan bahwa kasus di Sukamiskini ini menjadi moment bagi Kemenkumham untuk mengevaluasi kondisi Lapas di Indonesia.

Menurut dia, setiap kali Komisi III DPR melakukan kunjungan kerja dan rapat kerja di lapas menemukan lapas kelebihan kapasitas, bahkan sampai 400 persen.

"Satu sel ukuran 5 x 3 meter diisi 32 orang narapidana yang sungguh tidak manusiawi dan sungguh tidak layak dibandingkan dengan sel mewah napi," ujarnya.

Sebelumnya, Kalapas Sukamiskin Wahid Husein diindikasikan melakukan praktik suap jual beli sel mewah dan perizinan secara kotor, dengan adanya permintaan fasilitas untuk dirinya.

"KPK menemukan bukti-bukti, permintaan tersebut dilakukan baik langsung atau tidak langsung bahkan tidak lagi menggunalan sandi atau kode-kode terselubung. Sangat terang," kata juru bicara KPK, Febri Diansyah, kemarin.

"Termasuk pembicaraan tentang nilai kamar dalam rentang Rp200-500 juta/kamar," tambah dia.

Editor:

Sumber: ANTARA




Bagaimana menurut anda tentang artikel ini ?
500
komentar (0)





2019 | WWW.RILIS.ID