logo rilis
DPR Soroti Terus Menurunnya Anggaran Kementerian ESDM
Kontributor

06 Juni 2018, 15:00 WIB
DPR Soroti Terus Menurunnya Anggaran Kementerian ESDM
E Herman Khaeron. FOTO: dpr.go.id

RILIS.ID, Jakarta— Wakil Ketua Komisi VII DPR RI E Herman Khaeron menyoroti terus menurunnya anggaran Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM). Menurutnya, ini berbanding terbalik dengan meningkatnya pendapatan negara.

"Dalam 3 tahun terakhir dari anggaran tahun 2017, 2018, 2019 turun terus dari Rp6,57 triliun menjadi Rp6,50 triliun dan sekarang menjadi Rp5,73 triliun," jelas Kang Hero, sapaan akrabnya, dikutip dari laman DPR RI, Jakarta, Rabu (6/6/2018).

Politisi Partai Demokrat ini mengaku heran dengan penurunan anggaran di kala asumsi makro dasar lainnya berada pada posisi naik. Hal inilah yang harus dijelaskan, karena komposisi terhadap anggaran publiknya juga menurun. Bahkan, pada saat yang sama, anggaran untuk para aparaturnya meningkat.

Politisi Partai Demokrat itu juga mempertanyakan kejelian Tim Penyusun RKAKL 2019 Kementerian ESDM yang masih memiliki banyak celah.

"Kalau pertumbuhan naik, berarti pendapatan negaranya juga naik. Kenapa ini turun?" tanya Kang Hero.

Ia juga menyoroti anggaran cost recovery yang tidak muncul di anggaran 2019. Karena masih banyak konsesi yang menggunakan anggaran cost recovery.

"Bagaimana tadinya US$11 miliar pada tahun 2018, kemudian tidak ada di tahun 2019, ini harus dijelaskan. Apakah memang cost recovery mulai disetop, kemudian masuk dalam rezim gross split?" tanyanya lagi.

Situasi inilah, menurut Kang Hero perlu didalami dan dicermati. DPR, katanya, harus duduk bersama dengan pemerintah, untuk  memastikan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) terserap secara efektif dan efisien.

"Diharapkan bisa membangun pertumbuhan, mengurangi angka kemiskinan, meningkatkan daya beli masyarakat dan secara keseluruhan bisa mendongkrak pertumbuhan ekonomi nasional," pungkasnya.


Bagaimana menurut anda tentang artikel ini ?
500
komentar (0)