logo rilis
DPR Sebut Program Desa Sejahtera Mandiri Mampu Kurangi Kemiskinan
Kontributor
Elvi R
16 Juli 2018, 11:20 WIB
DPR Sebut Program Desa Sejahtera Mandiri Mampu Kurangi Kemiskinan
ILUSTRASI: RILIS.ID/Hafidz Faza

RILIS.ID, Jakarta— Wakil Ketua Komisi VIII DPR Ace Hasan Syadzily meminta pemerintah mengoptimalkan program desa sejahtera mandiri (DSM) dalam rangka mengurangi tingkat kemiskinan di berbagai daerah.

Menurutnya, DSM merupakan solusi komprehensif model percepatan mengurangi tingkat kemiskinan di suatu daerah dengan memberdayakan masyarakat itu sendiri.

"Program DSM merupakan terobosan baru dalam upaya percepatan penanganan kemiskinan terpadu," ujarnya di Jakarta, Senin (16/7/2018).

Melalui program tersebut, lanjutnya, perguruan tinggi diharapkan dapat berperan sebagai inisiator sekaligus pelaku berdasarkan potensi, kapasitas dan kapabilitas yang dimiliki, sedangkan Kementerian Sosial adalah fasilitator dan pengarah.

Ace, berharap kerja sama antara Kemensos dan Sekolah Tinggi Kesejahteraan Sosial (STKS) yang melakukan pembinaan kepada delapan DSM di Bandung dan Bandung Barat mampu memberikan pengaruh kepada wilayah lainnya.

Untuk itu, ujar politisi Golkar itu, Komisi VIII akan terus memberi dukungan kepada Kementerian Sosial untuk memperluas kemitraan ini kepada perguruan tinggi negeri (PTN) dan juga swasta (PTS) di seluruh desa, agar ini menjadi bagian dalam percepatan pengurangan angka kemiskinan, terutama masyarakat pedesaan.

Sebelumnya, Kementerian Sosial akan menfokuskan pengembangan DSM di wilayah perbatasan sebagai salah satu upaya menangani kemiskinan.

"Kami akan fokus mengembangkan DSM ini pada wilayah perbatasan. Dari 41 kabupaten/kota yang memilki perbatasan, daerah akan menentukan desa mana saja, dan apa potensi yang bisa dikembangkan, sehingga warga bisa sejahtera," kata Menteri Sosial Idrus Marham dalam acara Forum Rektor untuk Pengembangan Model Desa Sejahtera Mandiri, di Bandung, Rabu (12/7).

Menurut Idrus, perbatasan dipilih karena merupakan garda depan pertahanan negara. Bila warganya di perbatasan sejahtera, maka ketahanan negara juga akan kokoh.

Seperti diketahui juga, Staf Khusus Menkominfo Bidang Project Management Office dan Ekonomi Digital Lis Sutjiati, menyatakan, Indonesia menawarkan "inclusive digital economy hub" (IDE hub) sebagai salah satu solusi untuk mengatasi ketimpangan dan mengurangi tingkat kemiskinan dalam forum multilateral MIKTA Expert's Meeting di Jakarta pada 10-11 Juli 2018.

Menurut Lis, kesenjangan dan kemiskinan merupakan isu yang mendunia yang membutuhkan penanganan yang inovatif serta menyeluruh.

"Belum ada solusi manjur (untuk mengatasi kesenjangan), kami berharap IDE hub ini dapat menjadi pemecahan untuk masalah ketimpangan di tengah era digital. (IDE hub) dapat berfungsi sebagai obat yang ampuh untuk membuka akses ekonomi ke seluruh pihak, khususnya dengan model bisnis disruptif yang saat ini tengah menjamur di Indonesia," tambahnya.

Sumber: ANTARA


Bagaimana menurut anda tentang artikel ini ?
500
komentar (0)