logo rilis
DPR Sebut Masih Banyak Kartu BPNPT Tak Valid
Kontributor
Intan Nirmala Sari
14 April 2018, 03:03 WIB
DPR Sebut Masih Banyak Kartu BPNPT Tak Valid
ILUSTRASI: RILIS.ID/Hafidz Faza

RILIS.ID, Jakarta— Anggota Komisi IV DPR RI Rahmat Handoyo menyayangkan, masih banyaknya laporan kerap tidak adanya saldo di dalam kartu Bantuan Pangan Non Tunai (BPNT) yang dimiliki para Keluarga Penerima Manfaat (KPM). Persoalan ini diduga karena tidak validnya data yang dimiliki oleh Kementerian Sosial (Kemensos).

“Ya memang ini cukup kita sayangkan kenapa data 2015 digunakan untuk 2017. Tentu ini menjadi satu masalah klasik kita bersama. Data yang selalu jadi persoalan. Nah ini menjadi bahan evaluasi yang kita berikan kepada pemerintah, jangan sampai ini terulang kembali," ungkapnya saat meninjau  pelaksanaan program BPNT terhadap KPM bersama Tim Kunjungan Kerja Komisi IV DPR RI di Kota Medan, Sumatera Utara (Sumut), saat dikutip dari laman resmi DPR pada Jumat (13/4/2018).

Menurut politisi PDI Perjuangan (PDIP) itu, jika data kemudian dievaluasi, dan dilakukan tune-in di program BPNT, ternyata ditemukan ada kendala, sehingga terjadi data ganda dari sisi pendataan. Maka, hal itu yang menyebabkan tidak adanya saldo di dalam kartu BPNT saat proses penarikan. Hal inilah yang menurut Rahmat perlu di evaluasi. Kendati dipastikan KPM menerima bantuan itu, tapi waktu penerimaannya menjadi mundur.

“Jadi kita sayangkan. Tetapi paling tidak dengan adanya evaluasi tadi, saya kira ada keinginan yang kuat dari pemerintah, khususnya Kemensos maupun dari pelaksana dari kartu itu adalah Bank BRI akan segera mengambil keputusan untuk mencari solusi. Dan saya percaya itu akan bisa terselesaikan dengan cepat,” paparnya.

Rahmat juga menambahkan, bahwa yang paling pasti adalah adanya evaluasi, yaitu ditemukannya beberapa kendala, kelemahan, dan ketidaktepatan sasaran menjadi amunisi utama bagi Komisi IV DPR RI dan pemerintah untuk duduk bersama, mencari jalan keluar terbaik seperti apa.

“Titik optimal sampai pelaksanaan, sampai berhasil  dengan yang diharapkan dan tepat sasaran, masyarakat menerima dengan nyaman, dan tepat waktu, itu yang pantas kita kedepankan untuk program non tunai ini,” harapnya


Bagaimana menurut anda tentang artikel ini ?
500
komentar (0)