logo rilis

DPR: Perzinaan Dilakukan di Rumah Tidak Bisa Dipidana, kecuali...
Kontributor
Nailin In Saroh
30 Mei 2018, 14:04 WIB
DPR: Perzinaan Dilakukan di Rumah Tidak Bisa Dipidana, kecuali...
ILUSTRASI: RILIS.ID/Hafidz Faza

RILIS.ID, Jakarta— Ketua DPR RI Bambang Soesatyo (Bamsoet) menyatakan, DPR akan segera merampungkan Revisi Undang-Undang (RUU) Kitab Undang-Undang Hukum Pidana (KUHP). Menurutnya, masih ada sejumlah poin yang menjadi perdebatan dalam pembahasannya.

"Ada sedikit tentang perzinaan, tentang LGBT, tentang penghinaan presiden, tapi itu sudah ada titik temunya dan jalan keluarnya. Tentang LGBT itu sudah ada titik temunya yang penting tidak ada diskriminasi," ujar Bamsoet di Kompleks Parlemen, Jakarta, Rabu (30/5/2018).

Bamsoet menjelaskan, dalam RUU KUHP mengenai pidana untuk perzinaan dan LGBT berbeda dengan UU di Singapura. Di mana pemberlakuan di Indonesia tidak menyasar kamar.

"Karena UU di Singapura lebih ketat bisa masuk ke ruang publik bisa masuk ke kamar. Nah kita ini enggak. Sejauh perbuatan itu dilakukan di rumah, dalam kamar, itu tidak ada masalah," katanya.

Namun, lanjut dia, apabila kemudian direkam, lalu disiarkan, dan disebarluaskan, seperti video porno yang beredar hari-hari ini, baru ada pidananya.

"Tapi, sejauh itu tidak ya. Kita tidak masuk ruang privat," tambah Bamsoet.

Tetapi, kata Bamsoet, manakala ada pengaduan, ada delik aduan maka itu bisa diproses.

"Misalnya ada seorang istri melaporkan suaminya selingkuh itu kejadiannya di dalam kamar. Tapi, karena ada yang mengadu maka itu akan diproses secara hukum," paparnya.

Editor:


Bagaimana menurut anda tentang artikel ini ?
500
komentar (0)