logo rilis
DPR: Penyelesaian Karhutla Masih Belum Rampung
Kontributor
Nailin In Saroh
14 Oktober 2019, 19:00 WIB
DPR: Penyelesaian Karhutla Masih Belum Rampung
Ilustrasi Kebakaran Hutan

RILIS.ID, Jakarta— Munculnya titik kebakaran hutan di berbagai wilayah Indonesia, termasuk Sumatera, Kalimantan dan Pulau Jawa masih terjadi hingga satu pekan terakhir. Hal ini membuat anggota DPR RI Andi Akmal Pasluddin bertanya-tanya tentang pemerintah dalam pertanggungjawaban dan menambah pertanahan hutan dan lahan. Ia mengatakan, mengatasi bahaya hutan hingga kini belum rampung karena sudah mulai memasuki musim penghujan.

Legislator Sulawesi Selatan II membahas perbaikan pengulangan hutan dan lahan terus menerus memperbaharui tidak menunjukkan efek jera pada perlindungan pembakar hutan dan lahan. Sanksi untuk pelanggar kebakaran hanya membuat efek kejut saja yang tidak menakuti para pelaku lain untuk tidak melakukan pembakaran.

“Perusahaan pemegang izin usaha hutan dan perkebunan menurut data Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) hingga saat ini 9.905 perusahaan. Hanya 22 persen saja sekitar 2.179 pemegang izin usaha dan kepemilikan persetujuan pemberian persetujuan karhutla hingga September 2019, ”terang Akmal dalam keterangan tertulisnya, Senin (14/10/2019).

Akmal menjelaskan, mengatur tentang peraturan yang ketat dari pemerintah, mengatur tentang perusahaan mengatur izin hutan dan menyediakan untuk menyediakan sarana dan prasarana (sarpras) mengatasi kebakaran hutan, serta memfasilitasi kelompok masyarakat peduli api (MPA) banyak yang tidak dilakukan. Lemahnya penerapan persetujuan menentang terhadap usaha perencanaan dan pembuatan membuat perusahaan asing atau dalam negeri kurang menghargai aturan yang berlaku.

“Yang sudah nampak disegel 64 perusahaan, sedangkan 20 (perusahaan) asing yang ditentang. Jangan informasi penyegelan perusahan-perusahaan ini hanya menjadi simbol kinerja, namun titik-titik keselamatan masih terus muncul baru di berbagai wilayah Indonesia, khususnya Sumatera, Kalimantan dan Pulau Jawa. Perlu diselesaikan yang diselesaikan untuk meminimalisir kebakaran ini, sampai tidak ada lagi muncul secepatnya (dari Indonesia) yang diperbaiki negara lain, ”pungkasnya.

 




Bagaimana menurut anda tentang artikel ini ?
500
komentar (0)





2019 | WWW.RILIS.ID