logo rilis
DPR: Pemerintah Lamban Selesaikan RUU Anti Terorisme
Kontributor
Zul Sikumbang
14 Mei 2018, 06:00 WIB
DPR: Pemerintah Lamban Selesaikan RUU Anti Terorisme
Lokasi bom di salah satu gereja di Surabaya. FOTO: RILIS.ID/Budi Prasetyo

RILIS.ID, Jakarta— Wakil Ketua Komisi I DPR RI, Satya Widya Yudha menyayangkan lambannya pemerintah dalam menuntaskan Rancangan Undang-Undang Anti Terorisme. 

Akibatnya, aksi terorisme terus terjadi.

“Saya mendengar, mayoritas fraksi di Pansus RUU Anti-Terorisme di DPR sudah sepaham dan bersatu, tinggal menunggu di pihak pemerintah yang nampaknya belum satu suara. Karena, setiap merumuskan satu kalimat atau paragraf, pemerintah selalu minta waktu kembali untuk membahas secara intern di pemerintah. Jadi bolanya justru ada di pemerintah, kita selalu menunggu," kata Satya di Jakarta, Senin (14/5/2018).

Politisi Partai Golkar tersebut mengakui, pembahasan RUU Anti Terorisme sampai saat ini masih belum selesai. 

Dengan adanya rentetan kejadian aksi terorisme dalam sepekan ini, maka RUU Anti-terorisme dipandang sangat mendesak untuk kembali dibahas dan segera dituntaskan.

“Rentetan aksi terorisme saat ini menumbuhkan semangat bersama, bahwa RUU Anti Terorisme sudah sangat urgent. Kita harap segera dituntaskan. Kita menunggu respon pemerintah untuk duduk bersama kembali, agar RUU Anti Terorisme bisa disahkan dalam masa sidang berikutnya," beber Satya.

Bahkan, sambung Satya, jika memang dinilai sangat mendesak, karena ada situasi darurat nasional atas aksi terorisme, Pemerintah bisa mengeluarkan Perppu. 

“Saya yakin DPR pun akan segera merespon positif," kata politisi Golkar itu.

Ditegaskan kembali, segala bentuk aksi terorisme yang terjadi di Indonesia harus diberantas karena akan mengganggu stabilitas keamanan nasional. Karena itu, payung hukum atas tindakan terorisme harus diperkuat.

“Fraksi Partai Golkar merespon positif, bahwa payung hukum tindak kejahatan terorisme harus diperkuat. Anggota Pansus RUU Anti Terorisme dari Fraksi Partai Golkar akan kita dorong agar aktif menuntaskan RUU Anti Terorisme segera dengan memperhatikan situasi negara yang genting atas aksi terorisme baru-baru ini," katanya.

Anggota DPR RI asal Jawa Timur yang kediamannya hanya berjarak 100 meter dari TKP bom bunuh diri di Gereja Santa Maria di Ngagel, Surabaya tersebut berharap pemerintah juga segera satu suara dalam menuntaskan RUU Anti Terorisme. 
 

Editor: Kurniati


Bagaimana menurut anda tentang artikel ini ?
500
komentar (0)