logo rilis

DPR Nilai Masih Ada Perang Data Pangan di Pemerintah
Kontributor
Elvi R
21 Mei 2018, 11:41 WIB
DPR Nilai Masih Ada Perang Data Pangan di Pemerintah
Gudang Pasar Beras Cipinang, Jakarta, Rabu (26/7/2017). FOTO: RILIS.ID/Indra Kusuma

RILIS.ID, Jakarta— Wakil Ketua Komisi IV DPR RI Viva Yoga Mauladi menginginkan permasalahan terkait perbedaan data pangan berbagai instansi pemerintahan dapat segera diatasi. Sehingga, tercipta pondasi yang kokoh untuk mengambil suatu kebijakan.

Dia mengingatkan, agar transparansi data pangan nasional harus ditegakkan, karena saat ini ada beberapa kementerian yang dinilai memiliki perbedaan data. Kondisi ini, menurutnya, bisa diibaratkan seperti adanya "perang" data pangan yang terjadi di dalam internal pemerintah.

Politisi PAN itu mengungkapkan, sejumlah kementerian tersebut adalah Kementerian Pertanian, Kementerian Kelautan dan Perikanan, Kementerian Perdagangan, serta Kementerian Perindustrian.

"Bila perbedaan data tersebut tidak segera diatasi maka berpotensi untuk masuk ke dalam wilayah permainan politik," katanya di Jakarta, Senin (21/5/2018).

Untuk itu, lanjutnya, pemerintah perlu segera mengevaluasi data dan komoditas pangan. Selama ini pelaksanaan distribusi pangan yang dilakukan di bawah koordinasi Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian masih tidak berjalan maksimal.

Salah satu contohnya, langkah kebijakan impor beras yang dilakukan padahal di beberapa daerah, mengalami panen raya dan kenaikan hasil panen sekitar 10 persen dibandingkan dengan tahun sebelumnya. Daerah itu seperti, di Kabupaten Cirebon, Jawa Barat.

"Akibat impor beras di tengah panen raya yang terjadi di berbagai daerah, maka mengakibatkan harga gabah petani juga akan terus mengalami penurunan yang dampaknya berpengaruh kepada tingkat kesejahteraan petani," ungkap Viva Yoga.

Sebagaimana diwartakan, Perum Bulog menyatakan stok komoditas strategis pangan, khususnya beras terbilang cukup dan aman untuk memenuhi kebutuhan masyarakat menjelang Ramadhan dan Hari Raya Idul Fitri 2018.

Direktur Operasional dan Pelayanan Publik Perum Bulog Karyawan Gunarso pada diskusi di Kementerian Kominfo Jakarta, Jumat (11/5), menjelaskan, stok beras saat ini sebesar 1,2 juta ton terdiri atas 1,050 juta ton cadangan beras pemerintah (CBP) dan sisanya beras untuk komersial Bulog.

Dia memaparkan, stok beras yang dimiliki Bulog sangat dinamis karena ada penyerapan dan penyaluran setiap hari. Dengan jumlah penyerapan rata-rata 15 ribu ton per hari, Bulog menargetkan dapat menyerap 300 ribu ton beras pada akhir Mei nanti.

Sebelumnya, Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Darmin Nasution memantau perkembangan harga dan pasokan pangan pokok menjelang bulan puasa Ramadan.

"(Kami bahas) perkembangan harga, bukan cuma beras sebetulnya, daging juga," kata Darmin usai rapat koordinasi di kantornya, Jakarta, Rabu (25/4) malam.

Rapat tersebut juga dihadiri oleh Menteri Perdagangan Enggartiasto Lukita. Ditemui usai rapat, Enggartiasto menjamin tidak ada peningkatan harga menjelang Ramadhan di 50 persen dari 34 provinsi yang telah dipantau.

Sumber: ANTARA


Bagaimana menurut anda tentang artikel ini ?
500
komentar (0)