logo rilis
DPR Minta Polisi Usut Tuntas Pembajakan Mobil Tangki Pertamina
Kontributor
Nailin In Saroh
22 Maret 2019, 21:45 WIB
DPR Minta Polisi Usut Tuntas Pembajakan Mobil Tangki Pertamina
Ilustrasi Tangki Pertamina

RILIS.ID, Jakarta— Wakil Ketua Komisi VII DPR RI Ridwan Hisjam meminta aparat kepolisian mengusut tuntas kasus pembajakan 2 (dua) truk tangki milik Pertamina yang dibawa ke istana.

Menurutnya, pengusutan tersebut bukan sekadar untuk memberi efek jera, tetapi juga mengeduskasi masyarakat bahwa pembajakan itu tindakan kriminal yang sangat berbahaya.

“Meski sudah ada yang ditetapkan menjadi tersangka, tetapi aparat harus mengejar mereka yang melarikan diri. Kasus ini harus diusut tuntas,” ujar Ridwan di Jakarta, Jumat (22/3/2019).

Politisi Partai Golkar ini menambahkan, UU tidak melarang aksi penyampaian aspirasi atau demonstrasi, seperti yang dilakukan eks awak mobil tangki (AMT). Namun, kata Ridwan, demonstrasi harus tetap mengindahkan kepentingan masyarakat dan taat pada aturan. 

“Tidak ada yang melarang aksi, tapi jangan kriminal. Membajak truk tangki yang berisi  penuh biosolar dan sedang dikirim ke SPBU, bukan hanya mengganggu pasokan BBM, tetapi karena diarahkan ke Istana Negara, bisa memunculkan kepanikan publik karena media akan langsung memberitakan. Untung aparat kepolisian langsung bertindak,” kata Ridwan.

Ridwan menambahkan, eks AMT semestinya merasa beruntung karena aspirasinya didengar oleh pemerintah. Bahkan Presiden Jokowi sempat menemui perwakilan pengunjuk rasa. Namun sejak awal, Sekretaris Kabinet sudah mengingatkan, dalam penyelesaian persoalan ini jangan menggunakan pendekatan hukum, tetapi mengedepankan kemanusiaan.

“Mengapa begitu, karena pemerintah paham legal standing teman-teman eks AMT lemah. Pertama, tidak punya hubungan ketenagakerjaan dengan PT Pertamina Patra Niaga. Kedua, berdasar UU, mereka masuk kategori sopir angkutan jarak jauh. Artinya, tidak masiuk dalam ketentuan waktu kerja dan waktu kerja lembur yang diatur UU 13/2003,” ungkap anggota DPR RI dari Dapil Malang Raya ini.

Seperti diberitakan, 2 mobil tangki milik PT Pertamina dihadang dan dibajak, Senin, (18/3), dua mobil tangki yang dikemudikan Muslih bin Engkon dan Cepi Khaerul berkapasitas 32 KL dan berisi penuh biosolar dari Plumpang, Jakarta Utara ke sekitar Monas, Jakarta Pusat.

Penyidik Polda Metro Jaya telah meminta keterangan tujuh orang saksi dalam kasus pembajakan mobil tangki Pertamina.

Pernyataan itu disampaikan Kepala Bidang Hubungan Masyarakat (Kabid Humas) Polda Metro Jaya, Komisaris Besar, Argo Yuwono.

"Penyidik sudah memeriksa beberapa saksi yang berkaitan dengan kasus tersebut. Sekitar tujuh ya, yang sudah diperiksa sebagai saksi," ujar Argo Yuwono, Jumat (22/3).




Bagaimana menurut anda tentang artikel ini ?
500
komentar (0)





2019 | WWW.RILIS.ID