logo rilis
DPR Minta Polisi Usut Kasus Tercecer e-KTP sampai Tuntas
Kontributor
Sukma Alam
29 Mei 2018, 09:31 WIB
DPR Minta Polisi Usut Kasus Tercecer e-KTP sampai Tuntas
Ilustrasi: RILIS.ID/Hafidz Faza

RILIS.ID, Jakarta— Wakil Ketua DPR RI Taufik Kurniawan meminta polisi mengusut tuntas kasus Kartu Tanda Penduduk Elektronik (e-KTP) yang tercecer di Bogor. Ia menduga kasus tersebut ada pihak yang mensabotase.

"Kalau benar sabotase ya harus diusut sampai tuntas siapa yang melakukannya dan siapa oknumnya harus dituntut secara hukum," kata Taufik di Jakarta, Selasa (29/5/2018).

Dia menambahkan, kalau ada unsur sabotase, maka harus ditunjukkan kepada publik siapa yang bertanggung jawab.

Menurut dia, publik banyak bertanya mengapa e-KTP disimpan di gudang padahal kalau sudah rusak dan tidak berlaku maka harus dimusnahkan agar tidak disalahgunakan.

"Kalau kita punya paspor yang sudah tidak berlaku dipotong karena itu kasus tersebut menimbulkan pertanyaan di publik mengapa sampai di simpai di gudang," ujarnya.

Taufik mengatakan permasalahan pada e-KTP merupakan hal sensitif karena digunakan oleh masyarakat untuk menggunakan haknya memilih dalam Pilkada maupun Pemilu sehingga penyelesaiannya harus dilakukan secara cepat dan transparan.

Politisi PAN itu menilai karena persoalan KTP-E itu menyangkut hak politik masyarakat yang dijamin undang-undang, maka semua pihak jangan menganggap remeh permasalahan tersebut.

Sebelumnya beredar video yang menunjukkan sejumlah KTP elektronik tercecer di kawasan Bogor, Jawa Barat. KTP elektronik tercecer itu beralamat Sumatera Selatan.

Dirjen Dukcapil Kemdagri, Zudan Arif Fakrulloh mengatakan KTP elektronik yang tercecer di jalan raya kawasan Bogor, Jabar merupakan KTP yang rusak atau invalid saat hendak diangkut ke gudang Kementerian Dalam Negeri di Semplak, Bogor.

"Bapak Sesditjen Dukcapil I Gede Suratha sudah melakukan pengecekan di lapangan dengan jajaran Polsek Kemang dan Polres Kabupaten Bogor, menunjukkan bahwa KTP elektronik yang tercecer tersebut adakah KTP elektronik rusak/invalid dan diangkut dari gudang penyimpanan sementara di Pasar Minggu ke Gudang Kemendagri di Semplak Bogor," ujar Zudan dalam keterangan persnya di Jakarta, Minggu (27/5).

Sumber: ANTARA


500
komentar (0)