logo rilis

DPR Minta Kaca Gedung Pakai Antipeluru, JK: Masya Allah!
Kontributor
Sukma Alam
16 Oktober 2018, 18:04 WIB
DPR Minta Kaca Gedung Pakai Antipeluru, JK: Masya Allah!
Wapres Jusuf Kalla. FOTO: RILIS.ID/Indra Kusuma

RILIS.ID, Jakarta— Wakil Presiden RI Jusuf Kalla (JK) menanggapi soal motif penembakan yang terjadi di dua ruang anggota DPR RI pada Senin sore (15/10) kemarin. Ia menolak rencana DPR untuk memasang kaca film antipeluru di Gedung DPR.

JK menilai hal itu terlalu berlebihan karena dapat menelan biaya mahal untuk pemasangannya.

"Wah, itu berlebihan, (penggunaan) kaca antipeluru berlebihan. Mahal sekali itu kaca antipeluru. Di rumah saya cuma satu kamar saja yang antipeluru, tempat kamar saya saja, lain-lainnya tidak karena mahal. Apalagi (mau) keseluruhan (gedung DPR) dikasih (antipeluru), Masya Allah, bagaimana bisa jadi? Tidak ada di dunia ini yang begitu," ujar JK di Jakarta, Selasa (10/16/2018).

Ia meminta pengawasan di tempat latihan menembak milik Persatuan Penembak Indonesia (Perbakin) ditingkatkan. Sehingga tidak terjadi kembali tembakan yang mengarahkan sasarannya ke Gedung MPR-DPR RI.

"Yang harus diawasi itu tempat latihan Perbakin. Tingkat keamanan di tempat latihan itu diperbaiki, artinya sasarannya harus jelas kemana, jangan sasarannya ke arah DPR," kata JK dikutip Antara.

Sementara itu, Wakil Ketua Kepolisian RI Komjen Polisi Ari Dono Sukmanto mengatakan, pihaknya masih menyelidiki motif penembakan tersebut, sehingga belum menetapkan kejadian tersebut akibat peluru nyasar.

"Masih diperiksa, nanti kalau sudah diperiksa nanti diinformasikan. Sementara masih investigasi," kata Komjen Ari Dono.

Proses investigasi yang dilakukan kepolisian, lanjut Ari Dono, meliputi pemeriksaan terhadap jenis peluru dan proyektil yang ditemukan di tempat kejadian perkara. Selain itu, proses investigasi juga menghitung jejak peluru yang ditembakkan di lantai 13 dan 16 Gedung DPR RI.

"Intinya, tugas kita membuktikan itu peluru siapa, kemudian kenapa peluru ada di sana, faktor apa latar belakangnya, nanti baru kita lihat kalau ada unsur pidana atau kelalaian, mengakibatkan apa, nanti ada proses lagi," ujar Ari Dono.

Sebelumnya, Ketua DPR Bambang Soesatyo menyatakan akan meminta Badan Urusan Rumah Tangga (BURT) DPR untuk mengkaji pemasangan kaca antipeluru di sejumlah ruangan di Gedung DPR. 

Dia berharap peristiwa peluru nyasar ke ruang anggota DPR seperti terjadi pada Senin (15/10) tidak terulang. Bambang mengatakan, insiden peluru nyasar ke Gedung DPR sudah tiga kali terjadi.


Bagaimana menurut anda tentang artikel ini ?
500
komentar (0)