logo rilis
DPR Minta IDI Selesaikan Persoalan dengan Bijaksana
Kontributor
Elvi R
04 April 2018, 12:50 WIB
DPR Minta IDI Selesaikan Persoalan dengan Bijaksana
ILUSTRASI: IDI

RILIS.ID, Jakarta— Anggota Komisi IX DPR Okky Asokawati meminta Ikatan Dokter Indonesia (IDI) menyelesaikan persoalan dr Terawan Agus Putranto dengan cara arif dan bijaksana. Dia pun mendorong IDI menyelesaikan masalah dengan  semangat menegakkan kode etik kedokterdan dan perlindungan pasien.

"Saya menyarankan kepada kedua belah pihak, untuk lebih mengedepankan kearifan dan penghormatan atas posisi masing-masing. Mengabaikan keberadaan Majelis Kehormatan Etik Kedokteran (MKEK) tentu merupakan tindakan yang tidak tepat karena akan menjadi preseden buruk atas supremasi etik bagi profesi dokter.  Namun, mengabaikan kontribusi atas temuan dan praktik dr Terawan juga sikap yang bertolak belakang dari kenyataan di lapangan," ujar Okky di Jakarta, Rabu (4/4/2018).

Okky menyebut, mencuatnya informasi pemecatan sementara, selama dua belas bulan oleh Majelis Kehormatan Etik Kedokteran (MKEK) kepada dr Terawan menimbulkan polemik,  pro dan kontra. Posisi MKEK sebagai judicial ethic terhadap profesi kedokteran merupakan organ penting bagi profesi kedokteran. Salah satunya untuk menegakkan kehormatan profesi dokter, serta bagian tidak terpisahkan dari aspek perlindungan terhadap pasien. 

Putusan MKEK yang mencabut izin sementara selama 12 bulan terhadap Dokter Terawan merupakan sanksi dalam kategori pelanggaran berat bedasarakan Pasal 29 ayat (4) huruf f angka 4 tentang Pedoman MKEK. Kendati demikian, praktik Brain Flushing dr Terawan telah memunculkan berbagai testimoni positif dari berbagai kalangan. Berbagai pihak berpendapat temuan itu akan bermanfaat bagi kesehatan pasien.  Ini fakta yang tidak bisa ditutupi.

"Ini harus dilihat secara holistik,  yang merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari penegakan etik profesi dokter. Persoalan etik yang menjerat Dokter Terawan juga fakta yang juga tidak bisa ditutupi.  Persoalan internal di profesi dokter ini juga harus mendapat perhatian serius, khususnya oleh Dokter Terawan," ungkap Sekretaris Dewan Pakar DPP PPP itu.


500
komentar (0)