logo rilis
DPR Minta BAKTI Kominfo Dukung  Daya Kreatif Generasi Muda
Kontributor
Zulhamdi Yahmin
26 November 2020, 18:30 WIB
DPR Minta BAKTI Kominfo Dukung  Daya Kreatif Generasi Muda
FOTO: Istimewa

RILIS.ID, Jakarta — Anggota Komisi I DPR RI, Imron Amin, meminta kepada Badan Aksesibilitas Telekomunikasi dan Informasi (BAKTI) Kementerian Kominfo untuk terus mendukung daya kreatif generasi muda atau kaum milenial di Indonesia. 

Menurut Imron, daya kreatif para generasi muda yang memiliki bakat tinggi harus terfasilitasi dengan baik untuk masa depan bangsa. 

"Kita dukung daya kreatif mereka. Karena mereka yang akan menentukan masa depan bangsa," kata Imron dalam Seminar Merajut Nusantara dengan tema "Pemanfaatan TIK Sebagai Media Edukasi dan Bisnis" yang digelar secara daring, Kamis (26/11/2020). 

Imron sendiri menjadi narasumber dari jarak jauh lantaran tengah melakukan kunjungan kerja ke Turki. Ia pun mencontohkan negara yang dikunjunginya itu yang sangat peduli dengan para generasi muda. 

Dia menyebut, sejumlah perkantoran di benar-benar memanfaatkan kreatifitas anak muda karena merasa sadar bahwa masa depan bangsa ada di tangan mereka. Dirinya juga memaparkan soal kemajuan teknologi di negara tersebut. 

"Kemarin saya lihat ada simulasi penerbangan di Turki. Kenapa kita enggak bisa. Ayo Kominfo lebih serius lagi agar negara kita lebih berkembang lagi," ujarnya. 

Imron juga meminta BAKTI Kominfo untuk semakin kerja keras dalam upayanya menyebarkan jaringan internet ke pelosok Tanah Air. Menurutnya, keberadaan internet sangat menentukan kemajuan daerah dan sumber daya manusia di wilayah tersebut. 

"Tadi sudah ditayangkan oleh BAKTI seperti di Kalimantan sangat bermanfaat. Kami minta ke BAKTI agar semakin serius dalam berupaya menyebarkan jaringan internet ke seluruh negeri. Mari kita berkolaborasi kita bekerja sama," katanya. 

Dalam seminar itu juga hadir narasumber lainnya, yakni Staf Ahli Menteri Kominfo Henry Subiakto dan pegiat usaha digital, Erik Hermawan. 

Dalam kesempatan itu, Henry memaparkan komitmen Kominfo dalam menyediakan jaringan internet ke seluruh pelosok negeri. Menurutnya, hal ini memang sudah menjadi komitmen dari Presiden Joko Widodo agar terjadinya transformasi digital di Indonesia semakin cepat. 

"Pembangunan infrastruktur digital terus digeber. APBN untuk Kominfo juga naik signifikan jadi Rp26 triliun. Ini tidak pernah disangka. Di saat kesulitan di masa pandemi, Kominfo mendapatkan anggaran besar. Ini bentuk komitmen pemerintah dalam hal transformasi digital," kata Henry. 

Dia menilai, digitalisasi adalah sebuah keniscayaan yang tidak bisa dihindari oleh siapapun. Segala aktivitas baik pemerintahan, pendidikan dan yang lainnya hari ini sangat membutuhkan digitalisasi.

"Makanya sangat dibutuhkan wifi dan internet. Internet ini tidak hanya untuk pendidikan, tapi juga kesehatan. Misalnya kita daftar BPJS, itu udah berbasis internet. Layanan sosial juga begitu. Kalau perlu Pilkada pun bisa pakai internet. Ke depan mungkin bisa pakai e-Voting. Begitu juga dalam bentuk dagang," ujar Henry. 

Dia kemudian mencontohkan masyarakat hari ini yang sudah terbiasa dengan media sosial. Menurutnya, hal itu adalah bukti bahwa transformasi digitalisasi telah berjalan dengan cepat. 

"Banyak orang yg memanfaatkan medsos dengan baik. Untuk berdagang atau lainnya. Tapi kita tetap harus hati-hati dengan informasi hoaks. Makanya penting literasi digital. Banyak kejahatan di dunia maya," ungkapnya. 

Henry menegaskan dukungannya terhadap para generasi milenial yang kreatif. Karena, menurutnya, di dunia digital ini setiap orang memang dituntut untuk kreatif. 

"Orang kreatif lah yang akan sukses menyelesaikan berbagai persoalan. Orang kreatif banyak mendapat tempat," katanya. 

"Saya yakin di Madura ini banyak yang pintar menafsirkan Alquran hadits. Nah ini bisa dimanfaatkan untuk mengajar secara virtual. Ini perlu dikembangkan. Sekarang setiap Anda bisa online, rumah Anda di manapun anda bisa jualan. Jadi ini kesempatan bagi kita. Yang penting mau," lanjutnya. 

Sementara itu, pegiat usaha digital, Erik Hermawan, mengatakan, internet saat ini sudah merambah di berbagai pelosok Tanah Air. Bahkan, kegiatan belajar mengajar dan perkuliahan juga digelar secara online. 

Ia mengakui, pandemi Covid-19 telah membuat banyak usaha runtuh dan hampir turun 90 persen. Namun, menurutnya, usaha yang mengandalkan internet tidak ikut terdampak pandemi tersebut. 

"Di bulan April, Mei Juni bahkan kita tidak menemui pedagang di jalan. Hanya 1 bisnis yang tidak terpengaruh, bahkan tumbuh subur. Yakni bisnis webinar. Bisnis virtual memang kokoh dan tumbuh subur di masa pandemi," kata Erik. 


Bagaimana menurut anda tentang artikel ini ?
500
komentar (0)


2020 | WWW.RILIS.ID