logo rilis
DPR: KPPU Harus Serius Tangani Kenaikan Harga Telur Ayam 
Kontributor
Nailin In Saroh
18 Juli 2018, 14:45 WIB
DPR: KPPU Harus Serius Tangani Kenaikan Harga Telur Ayam 
FOTO: Instagram

RILIS.ID, Jakarta— Harga daging ayam di Jakarta saat ini berada di kisaran Rp37 ribu per kilogram, sementara harga telur ayam mengalami kenaikan mencapai Rp29 ribu per kilogram.

Menanggapi hal ini, anggota Komisi VI DPR RI, Slamet, menilai tingginya harga telur ini ini sebagai akibat tata niaga yang tidak beres. 

Sebab, masih banyak kartel dan penimbunan barang konsumsi masyarakat, tak terkecuali daging dan telur.

"Kita minta Komisi Pengawas Persaingan Usaha (KPPU) segera menangani masalah tersebut secara serius, khususnya untuk harga telur dan harga komoditi unggas lainya yang hari ini tinggi sekali," kata Slamet, di Jakarta, Rabu (18/7/2018).

Politisi PKS ini juga melihat masalah tersebut terjadi juga, karena sistem kartelisasi dari hulu ke hilir yang terjadi di bisnis unggas. 

Jika tidak segera ditindak, kata dia, maka akan terus ada permainan harga.

"Ketika perusahaan-perusahaan besar main dari hulu dan hilir, maka harga bisa dimainkan oleh mereka," tukasnya.

Harga telur ayam juga mengalami lonjakan di beberapa tempat. Misalnya di Pasar Gondangdia, Jakarta Pusat yang mencapai Rp29.000 per kilogram dan di Pasar Senen, Jakarta Pusat sebesar Rp28.000 per kilogram. 

Disinyalir, kata Slamet, kenaikan terjadi karena adanya penimbunan.

Kementerian Pertanian melalui Kepala Badan Ketahanan Pangan (BKP), Agung Hendriadi mengklaim di bulan Juni tidak ada kekurangan produksi telur ayam. 

Pasalnya, berdasarkan perhitungan pihaknya terdapat surplus 2.284 ton telur ayam.

Angka tersebut dihitung dari jumlah produksi 153.450 ton dan kebutuhan ada sebanyak 151.166 ton.

"Khusus produksi telur bulan Juni 2018 sebanyak 153.450 ton dan kebutuhan telur bulan Juni sebanyak 151.166 ton, artinya ada Surplus telur di bulan Juni sebanyak 2.284 ton," katanya dalam keterangan tertulis yang diterima di Jakarta, Senin kemarin.

Editor: Kurniati


Bagaimana menurut anda tentang artikel ini ?
500
komentar (0)