logo rilis

DPR Dukung Pemerintah Evaluasi Pilkada Langsung
Kontributor
Nailin In Saroh
09 November 2019, 20:02 WIB
DPR Dukung Pemerintah Evaluasi Pilkada Langsung
Anggota Komisi II DPR RI dari Fraksi NasDem, Lestari Moerdijat. FOTO: Istimewa.

RILIS.ID, Jakarta— Anggota Komisi II DPR RI dari Fraksi Partai NasDem Lestari Moerdijat, mendukung wacana pemerintah mengevaluasi pelaksanaan Pilkada langsung. Sehingga menurutnya, dapat disimpulkan sisi baik dan buruk dalam pelaksanaannya selama ini.

"Saya sependapat dengan apa yang disampaikan Mendagri, bahwa perlu ada telaah kembali, perlu ada evaluasi. Mari kita evaluasi dulu, baik dan buruknya, dari evaluasi tersebut kemudian nanti bisa kemudian kita kaji," kata Lestari di sela-sela Kongres Partai NasDem di JI Expo, Jakarta, Sabtu (9/11/2019).

Dia menjelaskan, Indonesia telah memperbaiki proses demokrasi yang luar biasa dengan Pilkada, dan tidak menafikan banyak terpilih tokoh-tokoh yang bagus. Namun menurut Lestari, dari semua daerah yang melakukan Pilkada langsung tidak semuanya menghasilkan kepala daerah yang memiliki kemampuan dan kapabilitas, sehingga hal itu harus dicermati.

"Bagaimana proses yang sebenarnya bisa dilakukan dengan baik, tetapi kompilasi tataran masyarakat belum siap, berubah maka hasil tidak menjadi seperti apa yang kita inginkan," jelas Wakil Ketua MPR RI itu.

Dia juga menerima Pilkada langsung menghasilkan politik biaya tinggi dan tidak semua menghasilkan kepala daerah yang memang memiliki kemampuan dan kapabilitas. Hanya menurut dia, tata cara Pilkada harus dievaluasi. Tentu menjadi pertanyaan, apakah nanti masyarakat sudah siap.

"Di beberapa tempat terbuka, kita harus akui malah ada industri baru yaitu industri jual suara. Itu bukan hal yang tidak ada, itu yang saya rasa sebaliknya apa yang disampaikan Mendagri perlu dibahas dan kemudian bersama-sama kita lakukan telaah," katanya.

Dia menilai evaluasi Pilkada langsung bukan kemunduran dalam berdemokrasi di Indonesia karena proses demokrasi di beberapa titik agak terlalu kebablasan.

Menurut dia, sebuah proses demokrasi bisa berjalan dengan baik, membicarakan masyarakat memang sudah siap karena sebetulnya tingkat pendidikan, taraf kehidupan masyarakat belum semuanya sama.

"Mungkin mereka tidak berfikir seperti Pilkada ini sebagai suatu keharusan buat mereka. Akhirnya berpikir, 'oh ya ada yang datang berkat uang, ya sudah aku terima kasih saja suaranya'. Dan tidak mengerti bahwa suara ini hanya bisa ditanyakan, nasib bangsa dan negara," katanya .

 




Bagaimana menurut anda tentang artikel ini ?
500
komentar (0)





2019 | WWW.RILIS.ID