logo rilis
DPR Dorong Komnas HAM Beri Laporan Kerusuhan 22 Mei
Kontributor
Nailin In Saroh
30 Mei 2019, 13:00 WIB
DPR Dorong Komnas HAM Beri Laporan Kerusuhan 22 Mei
Al Muzammil Yusuf, FOTO: Istimewa

RILIS.ID, Jakarta— Ketua DPP PKS Al Muzzammil Yusuf mendorong Komnas HAM dan Ombudsman untuk memberikan laporan terkait kerusuhan aksi 22-23 Mei di depan Bawaslu kepada DPR yang menelan korban jiwa.

Menurutnya, hal itu demi penegakan hukum yang adil. Sebab, kata dia, dalam negara demokrasi segala bentuk kekerasan tidak dibenarkan.

"Kita ingin hukum tegak," ujar Al Muzzammil di Jakarta, Kamis (30/5/2019).

Al Muzzammil mengatakan, segala hasil temuan Komnas HAM dan Ombudsman sangat penting untuk DPR, guna ditindaklanjuti secara konstitusi.

"Dua lembaga negara ini patut kita minta memberikan laporan yang lengkap kepada DPR," jelasnya.

Sebelumnya, Direktur Imparsial Al Araf meminta supaya pihak yang merasa kehilangan anggota keluarganya pada kerusuhan 21-22 Mei untuk melaporkan ke Komisi Nasional Hak Asasi Manusia (Komnas HAM). 

Dia menilai laporan ke Komnas HAM itu agar dapat dilakukan pencarian dan tidak dianggap hanya sebagai informasi bohong atau hoaks. 

"Harus laporkan ke Komnas HAM, supaya benar informasinya enggak jadi hoaks," katanya kepada wartawan usai diskusi tentang Menguak Dalang Makar 22 Mei di Kantor DPP PSI, Jakarta Pusat, Rabu (29/5).

Dia pun mendorong supaya Komnas HAM segera mengungkap terkait kematian dan korban hilang pada saat aksi menolak pemilu curang berujung kerusuhan itu. 

"Saya menyerahkan ke Komnas HAM untuk investigasi itu, karena dia otoritas yang lebih mutlak, kalau kita kan enggak punya kapasitas tapi tetap monitor," tuturnya. 

Saat ini Komnas HAM telah membentuk tim khusus untuk mengusut kerusuhan 22 Mei. Tim ini telah bekerja sejak kerusuhan terjadi pada 21 Mei lalu. Namun tim khusus tersebut bekerja di luar tim investigasi yang juga telah dibentuk pihak kepolisian. 

Pembentukan tim khusus ini berdasarkan amanat Undang-undang Nomor 39 Tahun 1999 tentang Hak Asasi Manusia.

Tim khusus pencari fakta yang dibentuk Komnas HAM sejauh ini mengantongi temuan bahwa korban meninggal akibat peluru tajam dalam aksi 22 Mei mencapai 3-4 orang.




Bagaimana menurut anda tentang artikel ini ?
500
komentar (0)





2019 | WWW.RILIS.ID