logo rilis
Dorong Produksi Jagung, Petani Butuh Lahan hingga Insentif
Kontributor
Ainul Ghurri
29 Maret 2018, 17:49 WIB
Dorong Produksi Jagung, Petani Butuh Lahan hingga Insentif
FOTO: Humas Balitbangtan

RILIS.ID, Jakarta— Koordinator Koalisi Rakyat Kedaulatan Pangan Said Abdullah, meminta pemerintah menetapkan area khusus lahan untuk jagung. Menurutnya, lahan jagung saat ini terbatas, sebab, pemerintah tengah menggenjot produksi padi guna memenuhi pasokan di sejumlah daerah. Sehingga, produksi jagung menurun.

"Jadi, area mana yang potensial itu di khususkan untuk tanam jagung dan saya pikir kalau tidak dibuat seperti itu, agak repot, karena kita ingin berkejaran dengan swasembada padi, dan kedelai," katanya saat dikonfirmasi rilis.id di Jakarta, Kamis (29/3/2018).

Said menjelaskan, ketika produksi perpadian turun, kemungkinan besar, populasi luas area lahan tanam jagung berkurang. Risikonya, kata Said, produksi jagung menurun dan berujung pada impor. Kecuali, pemerintah memberikan area-area khusus yang memang tidak diintervensi untuk menanam padi, melainkan hanya khusus jagung.

"Saya cenderung melihat, kalau tidak ada pendataan area penanaman bisa jadi rebutan nanam antara padi, jagung dan kedelai itu di lahan yang sama. Kalau tidak begitu, risiko impor bakal terjadi. Jadi strategi yang paling penting menurut saya, kepastian di mana area itu dikembangkan," terangnya

Selain itu, pemerintah juga diminta untuk memberikan insentif kepada petani, agar mau memproduksi jagung. Jangan sampai, sudah disediakan lahannya dan disediakan sarana dan prasarananya, tetapi dalam konteks harga tidak ada insentif yang besar, sehingga petani berpotensi tidak ingin menanam jagung.

"Ini menjadi penting juga dalam hal insentif untuk para petani, karena bisa berisiko tidak menanam jagung. Mungkin itu perlu dipikirkan alternatif area penanaman jagung supaya tidak menggangu padi, lahan jagungnya ditempatkan lahan yang khusus di area yang sekarang belum optimal," pungkasnya.

Editor: Intan Nirmala Sari


500
komentar (0)