logo rilis
Dorong Modernisasi, BPTP Kaltim Sosialisasi Alsintan
Kontributor

14 Juni 2018, 16:25 WIB
Dorong Modernisasi, BPTP Kaltim Sosialisasi Alsintan
Penggunaan alat mesin pertanian berupa transplanter di Desa Gunung Mulia, Kelurahan Istiqomah, Kecamatan Babulu, Penajam Paser Utara, Kalimantan Timur, Selasa (12/6/2018). FOTO: Humas Balitbangtan

RILIS.ID, Penajam Paser Utara— Balai Pengkajian Teknologi Pertanian (BPTP) Kalimantan Timur menyosialisasikan penggunaan alat mesin pertanian (alsintan) dalam proses budi daya. Sebab, mekanisasi salah satu faktor penting dalam membangun sektor pertanian modern.

Kepala BPTP Kaltim, Muh Amin, menyatakan, sistem mekanisasi pertanian penting diterapkan dan dipraktekkan langsung di lahan dan di hadapan petani. Sehingga, bisa melihat kemudahan-kemudahan dalam berusaha tani.

"Selain untuk mengefektifkan dan mengefisienkan penggunaan tenaga kerja, waktu, dan modal, cara mekanisasi pastinya akan membantu mempermudah kerja petani di lapangan. Layaknya asisten lapangan," ujarnya usai "Sosialisasi Optimalisasi Alsintan" di Penajam Paser Utara (PPU), beberapa waktu lalu.

Sementara itu, Koordinator Penyuluh Kecamatan Babulu, Kholil, berharap, kegiatan tersebut membawa kemajuan sektor pertanian di PPU. Diharapkan pula muncul generasi anyar petani, karena sektor pertanian tak lagi menjadi pekerjaan berat pascapenggunaan alsintan. 

Pada 2018, ada berbagai alsintan yang diberikan Kementan untuk Kecamatan Babulu. Di antaranya, tiga unit mesin tanam (transplanter), satu unit mesin panen (combine harvester), 16 unit pompa air, dan tiga unit traktor tangan.

Di sisi lain, Amin menerangkan, Program Upaya Khusus (Upsus) Luas Tambah Tanam (LTT) akan lebih mudah dengan penerapan alsintan. Karenanya, perlu dukungan semua pihak, terutama penyuluh lapangan sebagai ujung tombak pembangunan sektor pertanian.

"Penyuluh memiliki peran strategis dalam membuat keberhasilan setiap program pembangunan pertanian yang ada di lapangan. Karena saat di lapangan, penyuluh adalah 'sutradara', 'nahkoda' yang akan menentukan ke arah mana suatu program pembangunan akan berakhir," pungkasnya.


Bagaimana menurut anda tentang artikel ini ?
500
komentar (0)