logo rilis
Dorong Kemandirian Persusuan Nasional Lewat Korporasi
Kontributor
Intan Nirmala Sari
25 Maret 2018, 13:57 WIB
Dorong Kemandirian Persusuan Nasional Lewat Korporasi
FOTO: Humas Kementan

RILIS.ID, Pasuruan— Direktur Perbibitan dan Produksi Ternak Ditjen PKH Kementerian Pertaninan (Kementan) Sugiono mengharapkan, sistem korporasi dapat membangkitkan usaha bersama peternak sapi perah di Indonesia untuk meningkatkan daya saing. Hal tersebut ia sampaikan saat menghadiri Launching Agroeduwisata Kampung Susu SPR Bangkit Bersama di Desa Kalipucang, Kecamatan Tutur, Kabupaten Pasuruan.

Sugiono kagum melihat para peternak yang tergabung dalam Kelompok Tani Ternak (KTT) Bangkit Bersama, telah mengembangkan usaha ternak sapi perah dari hulu hingga hilir. Menurut Sugiono, dari data yang dilaporkan, Gabungan Kelompok Tani/Ternak telah menyumbang akseptor sebanyak 11.483 ekor atau 89,33 persen pada 2017 dari populasi sapi betina produktif sebanyak 12.854 ekor.

Unit Usaha Bangkit Bersama juga telah mengembangkan sayapnya menjadi tempat wisata dan wahana edukasi. “Kegiatan pengembangan unit usaha menjadi agroeduwisata ini, sangat positif karena dapat meningkatkan pendapatan anggota kelompoknya dan masyarakat sekitarnya,” kata Sugiono dalam pernyataan resmi, Minggu (25/3/2018). 

Pengembangan agroeduwisata, juga langkah strategis memperluas pasar produk yang dikembangkan. Apalagi, unit usaha ini sudah mengembangkan produk olahan susu dan probiotik suplemen organik, untuk ternak ruminansia dan unggas, serta biofertilizer organik untuk tanaman. 

Sugiono menuturkan, dampak positif lain yang juga diharapkan dengan adanya pengembangan agroeduwisata adalah, berkembangnya motivasi generasi muda untuk menggeluti usaha peternakan khususnya sapi perah. “Dengan hal tersebut, maka akan ada regenerasi peternak yang berorientasi bisnis yang berujung pada peningkatan populasi sapi, serta produksi susu dan daging ke depan akan terjamin,” jelasnya.

“Pengembangan di aspek hilir untuk produk hasil peternakan ini, kita harapkan dapat memberikan nilai tambah terhadap usaha peternak,” tegasnya. “Selain itu, dengan adanya pengembangan hilirasi kita harapkan akan dapat mewujudkan kemandirian persusuan Nasional,” ucapnya.

Sugiono menyampaikan, petani/peternak berkorporasi sebenarnya jawaban atas arahan Presiden Joko widodo agar usaha peternakan rakyat lebih berdaya saing. “Adanya kampung susu, ini merupakan contoh baik untuk memudahkan akses masyarakat mendapatkan susu segar, sebagai sumber protein hewani untuk kesehatan. Sehingga, keberadaannya perlu kita replikasi di daerah-daerah lain,” ungkapnya.

Untuk itu, ia menyarankan agar para petani/peternak membentuk gabungan-gabungan kelompok petani/peternak, yang secara kolektif mengelola suatu usaha dalam satu manjemen terintegrasi, terarah dan terukur. Menurutnya, agar unit managemen ini berhasil,  maka harus diketahui benar kemampuan sumber dayanya, yaitu kapasitas tampung termasuk potensi lahan Hijauan Pakan Ternak dan kapabititas peternak yang diperlukan untuk pertumbuhan optimal sapi dan produktifitasnya. Selain itu, juga peningkatan nilai tambah dan daya saing produk, sehingga dapat meningkatkan pendapatan peternak atau kesejahteraan peternak

"Ke depan usaha-usaha sub sektor peternakan kita arahkan untuk berkorporasi, sehingga dapat diukur skala usahanya,” ujar Sugiono. 

Muhammad Hatta selaku Manajer SPR Bangkit Bersama menjelaskan, saat ini kelompoknya beranggotakan 530 orang peternak, dengan jumlah ternak sekitar 2.300 ekor dan produksi susu rata-rata harian 12.371 liter/hari. Menurutnya, Pemerintah melalui Direktorat Jenderal Peternakan dan Kesehatan Hewan Kementerian Pertanian ikut berkontribusi dalam mendukung terbentuknya Koorporasi pada unit usahanya dengan memberikan bantuan berupa bangunan gudang, kandang dan rumah produksi senilai 800 juta.

Hatta menjelaskan, Korporasi untuk Unit Usaha yang dikelolanya dibentuk pada tahun 2015-2016 dengan nama PT. Senggani Ardi Putra. Pada 2017 korporasi peternak rakyat ini berhasil meraup omset sebesar Rp2,6 miliar dan telah mengakses pembiayaan sebesar Rp3,45 miliar dari CSR perusahan swasta maupun BUMN.

"Kami mengucapkan ucapan terimakasih atas bantuan pemerintah menyatukan usaha-usaha peternak kecil seperti kami", pungkasnya


Bagaimana menurut anda tentang artikel ini ?
500
komentar (0)