logo rilis

Dolar AS Terapresiasi, Rupiah Berpotensi Makin Merosot
Kontributor
Elvi R
22 Mei 2018, 12:05 WIB
Dolar AS Terapresiasi, Rupiah Berpotensi Makin Merosot
Penukaran Valas. FOTO: RILIS.ID/Indra Kusuma

RILIS.ID, Jakarta— Chief Market Strategist FXTM Hussein Sayed mengatakan, Rupiah merosot ke level terendah sejak Oktober 2015, yakni Rp14.180 pada Selasa pagi (22/5/2018). Keadaan ini terus terjadi meski Bank Indonesia telah meningkatkan suku bunga pekan lalu untuk mempertahankan kurs Rupiah. 

"Apresiasi Dolar adalah faktor utama di balik depresiasi Rupiah, sehingga mata uang Indonesia ini berpotensi semakin merosot," ungkapnya melalui siaran pers yang diterima rilis.id, di Jakarta, Selasa (22/5/2018).

Saat ini, Hussein berujar, ekspektasi pasar sepertinya akan meningkat terhadap kenaikan suku bunga acuan BI, guna membantu Rupiah di kala Dolar menguat. Perhatian investor akan tertuju pada rilis data pertumbuhan kredit Indonesia yang dapat memberi gambaran tentang perubahan total kredit dan sewa sepanjang bulan April. 

"Pertumbuhan kredit yang sehat dapat meningkatkan optimisme terhadap ekonomi Indonesia," katanya.

Seperti diwartakan sebelumnya, nilai tukar Rupiah yang ditransaksikan antarbank di Jakarta pada Selasa pagi (22/5/2018) bergerak melemah sebesar 78 poin menjadi Rp14.181 dibanding posisi sebelumnya Rp14.103 per Dolar AS.

Analis Binaartha Sekuritas Reza Priyambada mengatakan, sentimen mengenai kesepakatan perdagangan Amerika Serikat-Tiongkok membuat Dolar AS kembali meningkat di pasar global. Akibatnya, Rupiah terkena dampaknya dan kembali melemah.

 "Masih dominannya sentimen eksternal membuat laju dolar AS kembali terapresiai dan rupiah kehilangan momentum untuk terapresiasi," ujar Reza.


Bagaimana menurut anda tentang artikel ini ?
500
komentar (0)