logo rilis
DJP Luncurkan Sistem Pelaporan Negara secara Online
Kontributor
Intan Nirmala Sari
13 April 2018, 17:57 WIB
DJP Luncurkan Sistem Pelaporan Negara secara Online
ILUSTRASI: RILIS.ID/Hafidz Faza

RILIS.ID, Jakarta— Direktorat Jenderal Pajak (DJP) meluncurkan sistem pelaporan pajak elektronik melalui portal DJP Online yang dapat diakses di alamat https://djponline.pajak.go.id. Langkah tersebut, dilakukan untuk melaksanakan ketentuan mengenai penyampaian laporan per negara (country-by-country report/CbC) sesuai Peraturan Menteri Keuangan (PMK) Nomor 213/PMK.03/2016.

Dalam sistem tersebut, Wajib Pajak (WP) akan dipandu secara bertahap dalam menyampaikan notifikasi yang berisi pernyataan, apakah WP Badan tersebut hanya wajib menyampaikan notifikasi namun tidak wajib menyampaikan CbC report, atau wajib menyampaikan notifikasi dan wajib menyampaikan CbC report.

Apabila WP memiliki kewajiban untuk menyampaikan CbC report, maka WP menyampaikan CbC report (beserta kertas kerja, dalam hal WP merupakan Entitas Induk yang merupakan WP dalam negeri) dalam format XML bersamaan dengan penyampaian Notifikasi. CbC report tidak diperkenankan disampaikan dalam bentuk kertas (hardcopy) maupun dalam format file selain XML.

Terhadap Notifikasi dan/atau CbC report yang disampaikan melalui DJP Online akan diberikan tanda terima yang harus dilampirkan pada SPT Tahunan Pajak Penghasilan Badan. Apabila Wajib Pajak menyampaikan SPT dalam bentuk SPT Elektronik, tanda terima tersebut disampaikan dalam bentuk file Portable Document Format (PDF) sebagai bagian dari dokumen atau keterangan yang harus dilampirkan dalam SPT Elektronik.

Khusus untuk tahun pajak 2016 Notifikasi dan/atau CbC report disampaikan paling lambat 30 April 2018, sedangkan untuk periode selanjutnya Notifikasi dan/atau CbC report disampaikan paling lambat 12 bulan setelah akhir tahun pajak.

"Suatu negara atau yurisdiksi disebut memiliki Qualifying Competent Authority Agreement (QCAA) efektif dengan Indonesia, apabila untuk tahun pajak yang sama negara tersebut memilih Indonesia sebagai mitra pertukaran CbC report dan Indonesia bersedia bertukar dengan negara tersebut," menurut laporan resmi DJP, Jumat (13/4/2018).

Sistem elektronik penyampaian Notifikasi dan/atau CbC report dapat diakses hingga 30 April 2018. Untuk keperluan pertukaran CbC report dengan negara lain, sistem akan ditutup sementara pada 1 Mei-30 Juni 2018 dan dapat diakses kembali pada 1 Juli 2018.

Informasi lebih lanjut mengenai CbC report termasuk peraturan yang terkait, format file XML, serta petunjuk pengisian XML dan daftar negara yang telah memiliki QCAA dengan Indonesia, dapat dilihat pada laman http://www.pajak.go.id/cbcr.


500
komentar (0)