logo rilis

Djarot Janji Tak Mau Suap Rakyat dengan Rp100-Rp200
Kontributor
Sukma Alam
18 April 2018, 07:06 WIB
Djarot Janji Tak Mau Suap Rakyat dengan Rp100-Rp200
Djarot Saiful Hidayat. FOTO: RILIS,ID/Indra Kusuma

RILIS.ID, Medan— Calon gubernur Sumatera Utara, Djarot Saiful Hidayat, menegaskan komitmen untuk tidak menyuap atau menggunakan politik uang dalam memenangkan pemilihan kepala daerah.

Komitmen itu disampaikan Djarot Saiful Hidayat ketika dengan relawan dan masyarakat di Kelurahan Binjai, Kecamatan Medan Denai, Selasa (17/4/2018).

Selama ini, kata Djarot, ada fenomena yang kurang baik dalam pemilihan kepala daerah (pilkada) yang menyuap rakyat untuk memberikan dukungan dan pilihan.

Menurut cagub yang didukung PDI Perjuangan dan Partai Persatuan Pembangunan (PPP) tersebut, suap untuk mendapatkan dukungan dalam pilkada merupakan salah satu penyebab utama seorang pemimpin terdorong untuk korupsi.

"Saya tidak akan bagi-bagi duit. Itu yang menyebabkan kepala daerah korupsi. Akar korupsi itu dimulai ketika pemimpinnya menyuap rakyatnya dengan Rp100 sampai Rp200 ribu," katanya.

Secara prinsip, cagub yang berpasangan dengan Sihar Sitorus tersebut mengaku sedang "hijrah" dari Jakarta ke Sumatera Utara untuk "berjihad" melawan korupsi dan berbagai perilaku yang melawan hukum.

"Hijrah untuk berperang dan berjihad melawan korupsi, melawan narkoba. Berjihad melawan kemisikinan dan kebodohan. Marilah kita bangun toleransi sesama kita. Menghargai pendapat dan pilihan kita masing-masing," kata Djarot.

Jika terpilih, Djarot Saiful Hidayat mengatakan, pihaknya akan membalas kebaikan dan kepercayaan masyarakat tersebut dengan hal yang jauh lebih besar.

"Apa yang nanti saya kembalikan? Bukan uang Rp100 ribu. Karena itu sekejap saja hilang," katanya.

Salah satu balasan dan menjadi tanggung nantinya adalah memberikan kesempatan sebesar-besarnya bagi masyarakat untuk mendapatkan pendidikan.

Di bidang pendidikan, Djarot Saiful Hidayat akan memberi balasan dengan beasiswa untuk siswa SMA/SMK. "Setiap bulan nanti siswa akan kita berikan beasiswa. Dan uangnya langsung kita transfer ke rekening. Dan itu jauh lebih besar dari Rp100 ribu," ucapnya.

Sumber: ANTARA


Bagaimana menurut anda tentang artikel ini ?
500
komentar (0)