Home » Peristiwa » Dunia

Ditunggu, Israel dan Amerika Mangkat dari WHO, Unicef dan UNDP

print this page Jumat, 13/10/2017 | 14:27

Kantor Pusat Unesco di Paris. FOTO: Istimewa

RILIS.ID, Paris— Sikap Amerika Serikat dan sejolinya Israel yang keluar dari Badan PBB untuk Pendidikan dan Kebudayaan (Unesco) diangggap perilaku kekanak-kanakan dan reaktif. Bahkan sebagai tindakan menyakiti diri sendiri.

"Perilaku ini kontraproduktif dan memalukan," kata Sekretaris Jenderal Partai Inisiatiif Nasional Palestina Mustafa Barghouti seperti ditulis Aljazeera, Kamis (12/10/2017).

Menurut Mustafa yang partainya dihuni sejumlah intelekttual sekular ini keberadaan Palestina di Badan PBB sebuah keniscayaan. Sebuah kenyataan dunia yang tidak bisa disangkal.

"Cepat atau lambat mereka akan melihat Palestina di setiap badan PBB. Akankah AS menanggapi hal itu dengan menarik diri dari WHO atau World Intellectual Property Organization? Mereka hanya akan menyakiti diri mereka sendiri," sindir Mustafa.

Kesan yang munncul kata Mustafa, seolah-olah Israel mendikte kebijakan Amerika tidak hanya di Timur Tengah tetapi juga di organisasi internasional. "Ini akan memiliki efek yang sangat berbahaya pada gagasan Amerika menjadi mediator antara Palestina dan Israel," ujarnya.

Seperti diberitakan sebelumnya, Amerika kemudian disusul kompatriotnya, Israel, mengumumkan keluar dari Unesco  dengan alasan badan PBB yang berkantor di Paris, Prancis, bias alias anti-Israel.

Heather Nauert, juru bicara Departemen Luar Negeri Amerika mengatakan pihaknya akan membentuk sebuah 'misi pengamat' untuk menggantikan perwakilannya di Paris.

Dalam sebuah pernyataan yang mengumumkan penarikannya, Israel menyebut keputusan pemerintah AS sebagai sebuah tindakan yang berani dan bermoral. Israel menuduh Unesco sebagai panggung yang absurd.

"Perdana menteri menginstruksikan kementerian luar negeri untuk mempersiapkan penarikan Israel dari organisasi tersebut di samping Amerika Serikat," demikian laporan dari kantor Perdana Menter Benjamin Netanyahu.

Kepala Unesco, Irina Bokova menyebut penarikan Amerika dan Israel sebagai kerugian multilateralisme. Ini mennandakan Unesco tidak dianggap penting bagi Amerika.

Pada saat konflik terus merobek masyarakat di seluruh dunia, Irina, sangat menyesalkan sikap Amerika menarik diri dari badan PBB yang mempromosikan pendidikan untuk perdamaian dan melindungi budaya yang diserang.

Sikap pundung Amerika berawal ketika pada 2011 Unesco memberikan keanggotaan penuh kepada Palestina dan ketika itu mendapat tentangan dari Israel. Sejak itu Amerika berhenti membayar iurannya ke organisasi beranggotakan 195 lembaga itu namun tidak secara resmi mundur.

Amerika menentang langkah apapun oleh badan-badan PBB untuk mengakui Palestina sebagai sebuah negara. Mereka berkeras harus menunggu kesepakatan damai Timur Tengah yang masih terus dinegosiasikan.

Unesco terkenal karena pekerjaannya untuk melestarikan warisan dunia dan program untuk mempromosikan pendidikan di negara-negara berkembang.

Kementerian Luar Negeri Rusia mengatakan pihaknya menyesalkan keputusan tersebut dan langkah tersebut akan mengganggu sejumlah proyek penting yang direncanakan oleh Unesco.

"Kami berbagi keprihatinan oleh banyak negara bahwa kegiatan Unesco akhir-akhir ini terlalu dipolitisir," kata kementerian tersebut dalam sebuah pernyataan.

Israel telah lama berselisih dengan Unesco terutama mengenai keputusannya untuk mengakui orang-orang Palestina sebagai anggota pada tahun 2011. Badan PBB tersebut menyatakan Kota Tua Hebron di Tepi Barat yang diduduki Israel sebagai sebuah situs warisan dunia yang terancam punah. 

Keputusan Unesco itu menyebabkan Yahudi merasa tidak bisa menyentuh wilayah tersebut karena menjadi perlindungan Unesco.

Penulis Yayat R Cipasang

Tags:

unesco israell amerika serikat palestina badan pbb amerika keluar dari unesco israel keluar dari unesco

loading...