logo rilis
Diterpa Isu Tak Pancasilais dan SARA, Prabowo: Ada Pihak yang Sengaja Mem-framing 
Kontributor

24 September 2018, 06:15 WIB
Diterpa Isu Tak Pancasilais dan SARA, Prabowo: Ada Pihak yang Sengaja Mem-framing 
Calon Presiden, Prabowo Subianto. FOTO: RILIS.ID/Indra Kusuma

RILIS.ID, Jakarta— Calon Presiden, Prabowo Subianto mengaku, ada pihak-pihak yang mem-framing kubunya menggunakan isu suku, agama, ras dan antar golongan (SARA). 

Tak hanya itu, pihak-pihak yang enggan ia sebutkan tersebut juga mem-framing ia dan pasangannya, Sandiaga Uno tidak Pancasilais.

“Kita sepakat untuk melaksanakan kampanye damai. Tapi namanya kampanye, yang harus kita utarakan adalah kebenaran, fakta. Secara damai benar kita tidak mau SARA. Kita telah di-framing bahwa kita ini yang SARA. Padahal kita mengerti bahwa kita lah yang mungkin lebih Pancasila itu sendiri, dari yang lain-lain,” kata Prabowo di Jakarta, Senin(24/9/2018).

Ia menceritakan, sejak muda, dirinya telah bersumpah akan mempertahankan NKRI berdasarkan Pancasila dan undang-undang Dasar 1945.

Selain itu, Prabowo juga memiliki prajurit yang berasal dari Papua, dengan prestasi melebihi 100 prajurit yang lain.

“Saya tidak ragu-ragu di dalam hati saya. Memang, saya seorang muslim. Tapi saya pernah punya anak buah dari agama-agama lain. Saya punya anak buah Katolik, mati, gugur, di bawah komando saya. Saya pernah punya anak buah Protestan gugur di bawah komando saya. Saya pernah punya anak buah Hindu, gugur di bawah komando saya. Jadi saya paham bahwa semua ikut memiliki negara dan bangsa kita,” katanya.

Bahwa Indonesia memang harus berdiri, bersatu, semua agama, semua suku, semua ras semua etnis harus bersatu, harus hidup rukun dan damai, imbuh Prabowo.

Ia meminta kepada seluruh elemen partai pendukung untuk memberikan penjelasan kepada rakyat, memberi gagasan, memberi pencerahan, bahwa negara membutuhkan pemerintah yang kuat, yang berpihak ke rakyat, yang akan membela kepentingan bangsa Indonesia tanpa membenci bangsa lain.

“Masalah kita adalah terlalu banyak elite terlalu banyak pemimpin-pemimpin Indonesia yang tidak berpihak kepada rakyatnya sendiri. itu yang kita hadapi. Di semua lapisan. sehingga kekayaan kita dikuasai, dimiliki oleh pihak-pihak asing,” pungkas Prabowo.

Editor:




Bagaimana menurut anda tentang artikel ini ?
500
komentar (0)





2019 | WWW.RILIS.ID