logo rilis

Disindir Umrah Politik, Fadli Zon Anggap Wajar
Kontributor
Nailin In Saroh
04 Juni 2018, 16:42 WIB
Disindir Umrah Politik, Fadli Zon Anggap Wajar
Umroh Prabowo Subianto dan Amien Rais dianggap Umrah Politik. FOTO: RImanews.

RILIS.ID, Jakarta— Ketua Umum Gerindra, Prabowo Subianto dan Ketua Dewan Kehormatan Partai Amanat Nasional (PAN), Amien Rais, melakukan ibadah umrah dalam waktu yang hampir bersamaan. 

Hal ini memunculkan sebutan "umrah politik" lantaran ibadah tersebut dianggap berbau politis.

Wakil Ketua Umum Gerindra, Fadli Zon menilai, wajar apabila dua tokoh politik bertemu saat umroh, lalu membicarakan soal politik nasional. Malah ia mempertanyakan yang dimaksud "umrah politik".

"Orang boleh saja menilai macem-macam, tapi yang jelas niat mereka memang ibadah dan doa bersama. Apa sih yang dimaksud umroh politik?," ujar Fadli di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Senin (4/6/2018).

"Kalau orang-orang partai ketemu bareng itu masak namanya umrah politik. Yang jelas niatnya itu ibadah, di sela-sela itu ada pembicaraan ada silaturahim saya kira wajar aja. Dan, kalau tidak bicara politik menurut saya, itu tidak wajar," tambahnya.

Fadli mengungkapkan, silaturahmi memang sudah direncanakan beberapa waktu lalu. Tiba-tiba ada gagasan bahwa di bulan ramadhan ini dilakukan umrah bersama. 

"Tapi kesananya sendiri-sendiri, karena pak Prabowo kebetulan sedang ke eropa dulu, baru kemudian umrah bertemu disana," katanya.

Menurut Wakil Ketua DPR ini, bicara politik adalah bicara tentang masa depan, sehingga tidak ada masalah keduanya berbicara soal itu di tanah suci. Namun, Fadli belum mau menuturkan ada kesepakatan apa diantara Prabowo, Rizieq dan Amien.

"Saya belum ketemu pak Prabowo, beliau baru pulang tadi malam," tukasnya.

Editor: Andi Mohammad Ikhbal


Bagaimana menurut anda tentang artikel ini ?
500
komentar (0)