logo rilis

Disebut Terima Duit e-KTP, Mekeng: Kebohongan Nazaruddin
Kontributor
Nailin In Saroh
22 Maret 2018, 21:14 WIB
Disebut Terima Duit e-KTP, Mekeng: Kebohongan Nazaruddin
Ketua Fraksi Golkar DPR Melchias Marcus Mekeng (kiri), Ketua Umum Partai Golkar Airlangga Hartanto (tengah), dan Sekjen Partai Golkar Lodewijk Freidrich Paulus (kanan) sebelum mengikuti pembukaan Rapat Kerja Nasional (Rakernas) Partai Golkar, di Jakarta, Kamis (22/3/2018). Rakernas Partai Golkar 2018 membahas strategi pilkada serentak 2018 dan pemilu 2019 yang mencalonkan kembali Joko Widodo sebagai Presiden dua periode. FOTO: RILIS.ID/Indra Kusuma

RILIS.ID, Jakarta— Ketua DPP Partai Golkar Bidang Pemenangan Pemilu Wilayah Timur, Melchias Markus Mekeng, membantah menerima aliran dana kasus dugaan korupsi e-KTP. Dia justru menganggap, tudingan Setya Novanto itu kian membuka fakta.

Sebab, mula-mula dirinya disebut menerima US$1,4 juta dari proyek e-KTP. Sekarang dianggap mendapat US$500 ribu.

"Sudah ketahuan tambah bohongnya. Kan, dulu dibilang saya terima 1,4, sekarang 500. Jangan-jangan semua mereka yang ambil, bilangnya ke saya," ujar Mekeng sela Rapat Kerja Nasional Partai Golkar, Jakarta, Kamis (22/3/2018).

Dalam sidang lanjutan di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor), Jakarta, beberapa saat lalu, terdakwa e-KTP, Setya Novanto, menyebut Mekeng menerima US$500 ribu. Uang tersebut, imbuh Setya, diberikan keponakannya, Irvanto Hendra Pambudi, yang kini tersangka e-KTP.

Baca: Ini Nama Anggota DPR Penerima Uang e-KTP Versi Setnov

Karenanya, Mekeng menganggap Setya melakukan pembohongan publik. Dalihnya, penjelasannya tak bernilai, karena terdakwa bisa berbohong di pengadilan. 

"Kalau saksi yang dipanggil jaksa, tidak boleh berbohong. Karena kalau berbohong, kena sumpah palsu, ya, kan? Jadi, saya anggap itu kebohongan publik yang dilakukan untuk menyelamatkan dirinya," jelasnya.

Mekeng juga menyebut, tudingan dirinya menerima duit e-KTP bermula dari kebohongan bekas Bendahara Umum DPP Partai Demokrat, M Nazaruddin. "Ini, kan, kebohongan yang dibuat oleh si Nazaruddin. Itu palsu semua, itu hoaks," tegasnya.

"Faktanya, setiap tuduhan yang dikatakan pada saya terbantahkan sendiri oleh orang-orangnya sendiri. Narogong membantah, Irvanto membantah," tutup Mekeng.

Baca: Korupsi e-KTP, Setnov Sebut Puan dan Anung Kecipratan

Editor:


Bagaimana menurut anda tentang artikel ini ?
500
komentar (0)