logo rilis

Disebut Riak dalam Koalisi, PKB Semprot Balik PPP
Kontributor
Zul Sikumbang
18 April 2018, 20:25 WIB
Disebut Riak dalam Koalisi, PKB Semprot Balik PPP
Ketua Umum DPP PKB Muhaimin Iskandar (Cak Imin) sela Akademi Politik Kebangsaan (Akpolbang) sekaligus penyerahan surat mandat kepada pasangan bakal calon kepala daerah, di Kantor DPP PKB, Jakarta, Jumat (5/1/2018). FOTO: RILIS.ID/Indra Kusuma

RILIS.ID, Jakarta— Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) geram dengan pernyataan Sekretaris Jenderal DPP Partai Persatuan Pembangunan (PPP) Arsul Sani, karena dianggap menimbulkan riak dalam koalisi Joko Widodo. Pangkalnya, deklarasi Jokowi-Cak Imin (Join).

"Lah, PPP itu, kan, partai baru masuk koalisi. PPP itu baru gabung di koalisi, kok, menyatakan riak. Itu gimana? Jangan-jangan, dia yang riaknya itu," ujar politisi PKB, Jazilul Fawaid, di Kompleks Parlemen, Jakarta, Rabu (18/4/2018).

Baca: Cak Imin: Saya Mau Pasangannya 'Join' Jokowi-Cak Imin

"Jadi maksud saya, konteksnya apa mengatakan riak koalisi? Satu-satunya partai berbasis Islam yang bersama Pak Jokowi, itu PKB, kok," imbuhnya menekankan.

Jazulil mengingatkan, Cak Imin, sapaan Ketua Umum DPP PKB Muhaimin Iskandar, bakal maju sebagai cawapres bukan atas kehendak pribadi. "Sesuai mandat kiai, bahwa Cak Imin ini wajib masuk menjadi Wakil Presiden," tegasnya.

Dia lantas mengingatkan PPP, agar tak mencampuri urusan internal PKB, karena tak memiliki hak. "Apa dia? Orang, kan, dia baru masuk (koalisi). Itu, kan, istilahnya adik paling bontot di koalisi," pungkas Jazilul.

Arsul sebelumnya menyebutkan, PKB menjadi riak kecil di internal partai pendukung Istana. Hal tersebut dimotori keinginan Cak Imin menjadi pendamping Jokowi dalam Pemilihan Presiden (Pilpres) 2019.

"Cuma itu saja gelombangnya yang ada di internal koalisi," katanya di Kompleks Parlemen, Jakarta, Kamis (12/4).

Baca: PPP: Cak Imin Menolak Diadu dengan Romahurmuziy

Editor:


Bagaimana menurut anda tentang artikel ini ?
500
komentar (0)