logo rilis
Disebut Bupati Tak Ada Kinerja, Emil Tunjukkan Data Ini
Kontributor
Budi Prasetyo
15 April 2018, 08:10 WIB
Disebut Bupati Tak Ada Kinerja, Emil Tunjukkan Data Ini
Bupati Trenggalek Emil Dardak dan Arumi Bachsin. FOTO: Instagram Emil Dardak

RILIS.ID, Jakarta— Calon wakil gubernur Jawa Timur, Emil Elistianto Dardak, mengaku sudah bekerja maksimal, dalam memperbaiki infrastruktur di Kabupaten Trenggalek. 

Bahkan, Emil bertutur, dirinya harus meyakinkan Islamic Development Bank (IDB) agar mengucurkan dananya untuk membangun Jalur Lintas Selatan (JLS)  di Kabupaten berada di Pesisir selatan itu.
 
"Bahkan ketika saya terpilih, sebelum dilantik saya langsung terbang ke Jeddah sendirian melobi IDB," katanya pada Sabtu (14/4/2018) malam.

Emil menuturkan, setelah melobi IDB, dirinya harus mendatangi Balai Pemantapan Hutan yang ada di Yogyakarta untuk mempersiapkan jalur dari Munjungan ke Panggul.

"Ke sana itu untuk pemantauan citra satelit dan verifikasi. Terus kita kawal juga ke Dirjen Planologi untuk petakan wilayah," tegasnya. 

Setelah melalui beberapa tahapan itu, akhirnya izin prinsip pembangunan jalan itu keluar.
 
"Kalau itu izin pinjam pakai dan kompensasinya reboisasi karena itu lahan milik perhutani," jelas suami artis Arumi Bachsin itu.
 
Dituturkan Emil, kemantapan jalan di Trenggalek juga terus meningkat setiap tahunnya. 

"Pada tahun 2015 64 persen baik 2016 71,02 baik jalan baik 2017 81,6 persen," katanya. 

Karena itu, Emil sendiri mengaku heran, jika ada kampanye negatif yang menyatakan dirinya tidak memperhatikan jalan di Trenggalek. 

"Jangan lah kita memelintir dan memainkan data untuk kepentingan lain," tegasnya. 

Dikatakan Emil, selain memperbaiki infratruktur, dia juga meningkatkan kesadaran masyarakat untuk menggunakan MCK. Terbukti, sertifikat  Open Defeceation Free (ODF) yang diraih Trenggalek naik, dari 70 desa menjadi 119 desa pada tahun 2018, yang menandakan kalau pembangunan MCK meningkat.
 
"Kita lihat saja datanya, saya selama ini juga bekerja maksimal. Kalaupun turun ke masyarakat. Masak saya mendatangi rumah warga terus dipublikasikan yang akhirnya hanya untuk pencitraan saja," pungkasnya.

Editor: Sukardjito


Bagaimana menurut anda tentang artikel ini ?
500
komentar (0)