logo rilis

Disebut Berada di Indonesia, KPK Pastikan Akan Tangkap Harun Masiku
Kontributor
Zulhamdi Yahmin
22 Januari 2020, 16:00 WIB
Disebut Berada di Indonesia, KPK Pastikan Akan Tangkap Harun Masiku
Ilustrasi penyidik KPK. FOTO: RILIS.ID

RILIS.ID, Jakarta— Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) mengharapkan tersangka suap proses pergantian antarwaktu (PAW) anggota DPR 2019-2024 yang juga kader PDI Perjuangan Harun Masiku (HAR), bisa segera ditangkap. 

Hal itu lantaran Harun Masiku disebut oleh Ditjen Imigrasi sudah berada di Indonesia sejak 7 Januari 2020.

"Kami berharap tersangka HAR dapat segera ditangkap untuk mempertanggungjawabkan perbuatannya secara hukum," kata Plt Juru Bicara KPK Ali Fikri di Jakarta, Rabu (22/1/2020). 

KPK juga berharap Harun Masiku bisa bersikap kooperatif kepada penyidik. Sehingga, menurutnya, tidak hanya membantu penegak hukum, tetapi nantinya pada tingkat persidangan juga akan dapat dipertimbangkan sebagai alasan meringankan hukuman yang bersangkutan. 

Seperti diberitakan, berdasarkan catatan Ditjen Imigrasi Kemenkumham, Harun telah keluar Indonesia menuju Singapura pada Senin (6/1/2020) melalui Bandara Soekarno-Hatta, Tangerang sekitar pukul 11.00 WIB. Sejak saat itu, Harun disebut belum kembali lagi ke Indonesia.

Namun, berdasarkan pengakuan istri Harun, Hildawati Jamrin dan rekaman kamera pengawas di Bandara Soekarno-Hatta yang beredar, Harun telah berada di Jakarta pada 7 Januari 2020.

Ali mengatakan, KPK selama ini sudah melakukan langkah-langkah strategis untuk mencari Harun.

"Berkoordinasi dengan pihak imigrasi tentu karena terkait kewenangannya untuk mengecek lalu lintas orang," ujar Ali.

Selain itu, kata dia, juga berkoordinasi dengan pihak Polri untuk mencari keberadaan yang bersangkutan.

"Intinya, KPK telah mendalami semua informasi yang kami terima sehingga selama ini informasi dari imigrasi hanyalah salah satu sumber informasi KPK, ini karena terkait dengan hubungan antar institusi yang selama ini berjalan dengan baik," ungkapnya.

KPK, lanjut Ali, sejak Senin (13/1/2020) telah mengirimkan surat permintaan pencegahan ke luar negeri untuk tersangka Harun kepada imigrasi dan sudah ditindaklanjuti.

"Di samping itu juga dilanjutkan pula dengan permintaan bantuan penangkapan kepada Polri dan ditindaklanjuti dengan Daftar Pencarian Orang," paparnya. 

Sebelumnya, Direktur Jenderal Imigrasi Kementerian Hukum dan HAM, Ronny F Sompie menyatakan bahwa Harun telah berada di Jakarta sejak 7 Januari 2020.

"Saya sudah menerima informasi berdasarkan pendalaman di sistem, termasuk data melalui IT yang dimiliki stakeholder terkait di Bandara Soetta, bahwa HM (Harun Masiku) telah melintas masuk kembali ke Jakarta dengan menggunakan pesawat Batik pada tanggal 7 Januari 2020," ujar Ronny saat dikonfirmasi wartawan, di Jakarta, Rabu (22/1/2020). 

Ronny mengakui terdapat keterlambatan waktu (delay time) dalam pemrosesan data perlintasan di Terminal 2 F Bandara Soekarno Hatta, ketika Harun melintas masuk pada 7 Januari 2020.




Bagaimana menurut anda tentang artikel ini ?
500
komentar (0)





2019 | WWW.RILIS.ID