logo rilis

Dirut PT Quadra Solution Perkaya Perusahaannya Rp79 M dari e-KTP
Kontributor
Tari Oktaviani
28 Maret 2018, 15:09 WIB
Dirut PT Quadra Solution Perkaya Perusahaannya Rp79 M dari e-KTP
Ilustrasi. RILIS.ID/Hafidz Faza

RILIS.ID, Jakarta— Dirut PT Quadra Solution, Anang Sugiana Sudiharjo, didakwa telah melakukan perbuatan memperkaya diri sendiri dan perusahaannya sebesar Rp79 miliar, dari pengadaan kartu tanda penduduk berbasis elektronik (e-KTP).

Tak hanya itu saja, ia juga didakwa menyalahgunakan kewenangan, kesempatan atau sarana yang ada padanya. Perusahaanya, PT Quadra Solution merupakan salah satu anggota Konsorsium PNRI yang merupakan pemenang tender dalam proyek pengadaan e-KTP.

Adapun Konsorsium PNRI terdiri dari Perusahaan Umum Percetakan Negara Republik Indonesia (Perum PNRI) sebagai ketua konsorsium, PT Sucofindo (Persero), PT Sandipala Arthaputra, PT LEN Industri, dan PT Quadra Solution. PT Quadra sendiri bersama PT LEN mendapat tanggung jawab melaksanakan pekerjaan pengadaan perangkat keras (hardware) dan perangkat lunak (software), serta jaringan komunikasi dan data di pembuatan keping e-KTP.

Menurut Jaksa, Anang bersama dengan pihak-pihak lain yang tergabung dalam tim Fatmawati, membentuk rencana pengadaan e-KTP sekaligus menentukan speskikasi alatnya.

"Konfigurasi spesifikasi teknis dan pricel list digunakan oleh Sugiharto (pejabat pembuat komitmen Kemendagri) sebagai bahan acuan dalam pembuatan rencana kerja dan syarat-syarat (RKS) dan Harga Perkiraan Sendiri (HPS) yang ditetapkan pada tanggal 11 Februari 2011 dengan harga Rp18000 per keping e-KTP yang sudah di mark up dan tanpa memperhatikan adanya diskon terhadap barang-barang tertentu," papar Jaksa KPK Yadyn saat membacakan dakwaan di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi, Jakarta, Rabu (27/3/2018).

Menurut Jaksa, proses pelelangan proyek senilai Rp5,9 triliun itu sudah diarahkan untuk memenangkan salah atu konsorium, yaitu PNRI. Lalu pada suatu tempat di kantor PNRI, dilakukan pertemuan yang dihadiri Anang, Andi Agustinus, Paulus Tannos serta Isnu Edhi Wijaya.

"Pada pertemuan tersebut terdakwa menyampaukan kepada terdakwa bahwa apabila terdakwa ingin bergabung dengan konsorsium PNRI, maka ada komitmen fee untuk pihak lain sebesar 10 persen dengan rincian 5 persen untuk DPR dan lima persen untuk Kemendagri, atas hal tersebut terdakwa bersedia menyanggupinya dengan mengatakan 'saya ikuti aturan mainnya'," bebernya.

Selanjutnya, Andi Agustinus, Paulus Tannos, Johanes Marliem dan Isnu Edhi Wijaya juga melakukan pertemuan guna membahas pembagian tugas pemenuhan komitmen fee beberapa pihak tertentu.

"PT Quadra Solution bertanggung jawab memberikan fee kepada Setya Novanto dan anggota DPR lainnya sebesar 5 persen dari jumlah pekerjaan yang diperoleh," kata Jaksa.

Atas perbuatannya itu, ia pun didakwa melanggar Pasal 2 ayat (1) atau Pasal 3 Undang-Undang Nomor 31 Tahun 1999 sebagaimana diubah dalam UU Nomor 20 Tahun 2001 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi jo Pasal 55 ayat (1) ke-1.

Editor:


Bagaimana menurut anda tentang artikel ini ?
500
komentar (0)