logo rilis
Dirjen Otda Tanggapi Polemik Pelantikan Wagub Kepri
Kontributor
Afid Baroroh
22 Maret 2018, 15:58 WIB
Dirjen Otda Tanggapi Polemik Pelantikan Wagub Kepri
Direktur Jenderal Otonomi Daerah, Kementerian Dalam Negeri (Dirjen Otda Kemendagri), Sumarsono (kanan). FOTO: RILIS.ID/Afid Baroroh

RILIS.ID, Jakarta— Direktur Jenderal Otonomi Daerah, Kementerian Dalam Negeri (Dirjen Otda Kemendagri), Sumarsono, menanggapi polemik Wakil Gubernur Kepulauan Riau (Wagub Kepri), Isdianto yang belum juga dilantik.

Menurutnya, lamanya proses pelantikan itu berawal dari proses pengisian calon wagub. Seyogianya harus ada dua calon dalam usulan pengisian wagub. Sedangkan yang terjadi hanya satu calon tunggal. Hal ini lah yang membuat prosesnya semakin lama.

Akibatnya, setelah calon wagub terpilih, namun karena hanya tunggal yang disalahkan adalah gubernurnya. Masyarakat pun, kata dia, tak jarang memberi stigma gubernur mengambat jalannya pelantikan.

"Seolah gubernurnya itu menghambat, seolah gubernurnya itu tidak mau ada wakil. Kasihan gubernurnya, padahal wilayahnya hanya administratif," ungkap Sumarsono usai menerima Audeiensi Ketua DPRD, Gubernur dan Wakil Gubernur Kepri, di Kemendagri, Jakarta (22/3/2018).

Sumarsono menjelaskan, gubernur hanya berwenang pada urusan administratif belaka. Secara regulasi, gubernur tidak memiliki wewenang untuk memilih calon wagubnya.

"Proses lamanya ini ada pada regulasi yang mengatur terutama di Pemda itu, peran gubernur sifatnya itu administratif saja," tuturnya.

Prinsipnya, dalam proses pengisian wagub itu harus ada dua calon. Ketika sudah ada dua calon, gubernur seharusnya memiliki power untuk memilih di antara keduanya. Hal ini lah yang akan diatur lebih mendalam.

"Konkretnya, supaya ada penyempurnaan undang-undang, sehingga gubernur memiliki power untuk menyeleksi, tanpa harus melalui DPRD. Setelah sudah ada dua calon, langsung dipilih dari gubernur," tukasnya.

Sebelumnya, Gubernur Kepri  H Nurdin Basirun berharap agar pelantikan wakil gubernur Kepri segera dilakukan dalam waktu dekat. Sebab, selama ini isu terkait lamanya proses pelantikan menjadi semacam bola panas yang membuat dia selalu dipojokkan pihak tertentu.

Editor: Eroby JF


Bagaimana menurut anda tentang artikel ini ?
500
komentar (0)