logo rilis
Direktur RS Permata Medika Terseret dalam Kasus Novanto
Kontributor
Tari Oktaviani
16 Januari 2018, 13:11 WIB
Direktur RS Permata Medika Terseret dalam Kasus Novanto
ILUSTRASI: RILIS.ID/Hafiz Faza.

RILIS.ID, Jakarta— Direktur PT Khidmat Perawatan Jasa Medika, perusahaan rumah sakit Medika Permata Hijau ikut diperiksa penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK). Bahkan tak hanya Direkturnya, beberapa pihak rumah sakit mulai dari dokter, perawat dan petugas juga dimintai keterangan penyidik.

Pihak rumah sakit tersebut diperiksa dal kasus dugaan merintangi penyidikan yang menjerat Advokat Fredrich Yunadi dan dokter di RS Permata Hijau Bimanesh Sutarjo sebagai tersangka.

"Sejak proses penyidikan dilakukan sejak 5 Januari 2018 sampai dengan saat ini, kita sudah mengagendakan pemeriksaan terhadap sejumlah pihak. ‎Dari pihak rumah sakit itu ada perawat, ada dokter, ada pegawai di rumah sakit, termasuk salah satu direktur dari perusahaan (Rumah Sakit Medika Permata Hijau‎)," ucap Juru Bicara KPK, Febri Diansyah, Jakarta, Selasa (16/1/2018).

Kendati demikian, Febri tak mau memberi tahu apakah bos rumah sakit tersebut turut andil dalam menghalang-halangi penyidikan KPK kepada Setya Novanto kala itu.

Diketahui, mantan Kuasa Hukum Setya Novanto Fredrich Yunadi dan dokter Rumah Sakit Medika Permata Hijau, Bimanesh Sutarjo telah ditetapkan sebagai tersangka kasus merintangi penyidikan kasus korupsi e-KTP yang menjerat Setya Novanto. Keduanya diduga memanipulasi data medis Novanto agar bisa dirawat untuk menghindari pemeriksaan KPK pada pertengahan November 2017 lalu. Selain itu Fredrich juga diduga telah memesan 1 lantai RS Medika Permata Hijau sebelum Novanto mengalami kecelakaan.

Atas dugaan itu, keduanya  dijerat dengan Pasal 21 Undang-Undang Nomor 31 Tahun 1999 sebagaimana telah diubah dalam Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2001 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi juncto Pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHP.


Tags
#KPK
#RS Permata Medika
#Kasus e-KTP
500
komentar (0)