logo rilis
Direktur Penyidikan Ungkap Tak Ada Sinergitas di Internal KPK Seret Saksi Kunci e-KTP
Kontributor
Tari Oktaviani
06 April 2018, 18:39 WIB
Direktur Penyidikan Ungkap Tak Ada Sinergitas di Internal KPK Seret Saksi Kunci e-KTP
Ilustrasi e-KTP. RILI.ID/Hafidz Faza

RILIS.ID, Jakarta— Direktur Penyidikan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Brigjen Pol Aris Budiman, mengungkap bahwa salah satu saksi kunci kasus korupsi e-KTP Johanes Marliem belum pernah diperiksa penyidik. Hal ini lantaran tidak adanya sinergitas di internal KPK.

"Johannes Marliem tidak pernah diperiksa, anda bisa cek ucapan saya bisa akan beresiko hukum bagi saya," kata Aris di Gedung KPK, Jakarta, Jumat (6/4/2018).

Aris pun menceritakan penanganan kasus perkara e-KTP saat ia masuk pada 16 September 2015. Menurut Aris, saat itu Pelaksana tugas (Plt) Direktur Penuntutan, Supardi, meminta kepadanya untuk memasukkan beberapa jaksa penuntut dalam tim penyidik kasus e-KTP.

Berkat dirinya, penanganan kasus e-KTP dinilainya terus berkembang hingga saat ini padahal sebelumnya perkara itu sempat mandek.

"Perkara sudah berjalan dua tahun. Berulang kali kami gelar (gelar perkara), tapi itu tidak jalan," terang Aris.

Tak hanya itu saja, Aris pun mengungkap pihakya tidak pernah menggeledah perusahaan Johannes, Biomorf Lone Mauritius.

Padahal, Johannes dan perusahaannya memiliki peran penting dalam korupsi e-KTP yang merugikan keuangan negara hingga Rp2,3 triliun tersebut. Bahkan, ia membandingkan dengan pengusutan di lembaga penegak hukum lain.

"Perusahaan Johannes Marliem yang namanya Biomorf tidak pernah digeledah padahal sudah dimintakan surat penetapan penggeledahan. Kantor Polri, penegak hukum, digeledah. Kenapa satu lembaga ini (Biomorf) tidak digeledah? Ada apa? Itu pertanyaan-pertanyaan bagi saya semuanya, dari jilid satu," beber Aris.

Lebih jauh, Aris juga menceritakan kala itu jaksa menilai bahwa penanganan perkara hanya berfokus pada pelaksanaan proyek e-KTP. Tetapi, tidak pernah masuk pada perencanaan proyek. 

"Pak Dirtut (Direktur Penuntutan) ngomong ke saya dengan semua jaksa peneliti bahwa perkara itu berfokus kepada pelaksanaan proyek, jarang masuk ke perencanaan, ungkapnya.

Pascameluapkan emosinya, Aris langsung bergegas meninggalkan kerumunan wartawan. Ia tak mau lagi berkomentar menjawab pertanyaan awak media. Termasuk, pertanyaan mengenai penarikan dirinya ke Kepolisian.

"Saya masih di KPK," jawab Aris singkat.

Editor: Taufiqurrohman


Bagaimana menurut anda tentang artikel ini ?
500
komentar (0)