logo rilis
Diplomatik RI dan Arab Saudi Dinilai Kurang Baik
Kontributor
Andi Mohammad Ikhbal
21 Maret 2018, 04:51 WIB
Diplomatik RI dan Arab Saudi Dinilai Kurang Baik
Raja Arab Saudi King Salman saat rapat dengan Presiden Rusia Vladimir Putin di Moskow, Oktober 2017. FOTO: Reuters

RILIS.ID, Jakarta— Ketua Komisi IX DPR RI, Dede Yusuf, mempertanyakan kinerja diplomatik Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) untuk Arab Saudi. Sebab, eksekusi mati seorang TKI, Muhammad Zaini Misrin, berlangsung tanpa adanya pemberitahuan terlebih dahulu.

Hal ini dinilai telah mengabaikan mekanisme prosedur diplomatik dalam penanganan eksekusi Warga Negara Indonesia (WNI).

“Tentu yang jadi pertanyaan adalah apakah perwakilan kita pro aktif di sana? Kok bisa sampai jadwal eksekusi tidak tahu,” tanya Dede, Selasa (20/3/2018). 

Untuk itu, ia menekankan perlunya Pemerintah RI melayangkan nota protes ke Arab Saudi atas kasus tersebut. Pun kerja diplomatik perwakilan RI di negara tersebut, harus diperbaiki.

"Rasanya Pak Dubes kita perlu kembali lakukan komunikasi mendalam ke Arab Saudi," ujarnya. 

Anggota Komisi IX DPR RI, Irma Suryani Chaniago, akan mengusulkan perlunya Komisi IX meminta klarifikasi seluruh pemangku kepentingan terkait. Baik, Kementerian Luar Negeri, Kementerian Tenaga Kerja, serta Badan Nasional Penempatan dan Perlindungan Tenaga Kerja Indonesia (BNP2TKI)

Irma menilai, komunikasi bilateral antara Pemerintah Indonesia dan Pemerintah Arab Saudi tidak berjalan baik, padahal Presiden Joko Widodo (Jokowi) telah melayangkan surat sebanyak dua kali kepada Raja Salman untuk meminta penundaan eksekusi tersebut. 

Sebagaimana diketahui, TKI asal Bangkalan, Madura, Muhammad Zaini Misrin telah dihukum pancung oleh Pemerintah Arab Saudi pada Minggu, 18 Maret lalu. Ia dituding telah membunuh majikannya pada 2004 silam.


Bagaimana menurut anda tentang artikel ini ?
500
komentar (0)