logo rilis
Diperiksa KPK soal PLTU Riau-1, Ini Keterangan Dirut PLN
Kontributor
Tari Oktaviani
20 Juli 2018, 21:03 WIB
Diperiksa KPK soal PLTU Riau-1, Ini Keterangan Dirut PLN
Direktur PLN Sofyan Basyir. FOTO: RILIS.ID/Tari Oktaviani

RILIS.ID, Jakarta— Direktur Utama PT Perusahaan Listrik Negara (PLN) Sofyan Basir akhirnya memenuhi panggilan penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK). Ia datang ke gedung KPK sekitar pukul 09:50 WIB.

Sedianya Sofyan akan diperiksa sebagai saksi terkait kasus dugaan suap PLTU Riau-1 dengan tersangka Johanes B Kotjo selaku pemilik Blackgold Natural Resources Limited.

Dalam kedatangannya itu, Sofyan tak banyak berkomentar. Ia langsung memilih masuk ke lobi KPK dan naik ke ruang pemeriksaan.

"Diperiksa sebagai saksi ya," ujarny singkat sebelum masuk ke Gedung KPK, Jakarta, Jumat (20/7/2018).

Saat ditanya terkait penunjukan langsung Blackgold sebagai perusahaan yang mengerjakan proyek itu, Sofyan enggan menjelaskannya. Ia hanya membantah bahwa tidak ada penunjukan langsung.

"Enggak yak. Enggak ada." kata dia.

Juru Bicara KPK Febri Diansyah mengatakan, pemeriksaan terhadap Sofyan Basir untuk mendalami skema kerja sama dalam proyek PLTU Riau-1.

"Peran PLN dalam skema kerja sama di Riau-1 menjadi salah satu hal yang perlu didalami penyidik setelah penggeledahan dilakukan di rumah dan kantor yang bersangkutan sebelumnya," kata Febri.

Sebelumnya, pada Minggu 15 Juli 2018, KPK menggeledah kediaman Sofyan Basir, dari penggeledahan tersebut KPK menyita CCTV dan sejumlah dokumen yang diduga terkait kasus suap PLTU Riau-1.

Sehari setelah menggeledah kediaman Sofyan Basir, penyidik KPK pada Senin 16 Juli 2018 menggeledah kantor Sofyan Basir. Dari penggeledahan itu KPK menemukan dokumen penunjukan PT Blackgold Natural Resources Limited sebagai perusahaan yang mengerjakan PLTU Riau-1.

Dalam kasus ini, KPK menetapkan Wakil Ketua Komisi VII DPR Eni Maulani Saragih dan pengusaha Johanes B Kotjo selaku pemilik Blackgold Naural Resources Limited sebagai tersangka. Eni diduga menerima suap sebesar Rp 4,8 miliar dari Johanes secara bertahap.

Proyek PLTU Riau-I sendiri masuk dalam proyek 35 ribu Megawatt yang rencananya bakal digarap Blackgold, PT Samantaka Batubara, PT Pembangkit Jawa-Bali, PT PLN Batubara dan China Huadian Engineering Co. Ltd

Editor: Elvi R


Bagaimana menurut anda tentang artikel ini ?
500
komentar (0)