logo rilis
Dipanggil KPK, Dian Muljadi Ditanya soal PT MRA
Kontributor
Tari Oktaviani
23 Maret 2018, 23:50 WIB
Dipanggil KPK, Dian Muljadi Ditanya soal PT MRA
Mantan istri Komisaris PT Mugi Rekso Abadi (MRA) Soetikno Soedardjo, Dian Muljadi Soedardjo, usai diperiksa penyidik KPK di Gedung Merah-Putih, Jakarta, Jumat (23/3/2018). FOTO: RILIS.ID/Tari Oktaviani

RILIS.ID, Jakarta— Mantan istri Komisaris PT Mugi Rekso Abadi (MRA) Soetikno Soedardjo, Dian Muljadi Soedardjo, mengaku, dipanggil Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) terkait operasi perusahaan eks suaminya. Demikian disampaikan usai menjalani pemeriksaan.

"Iya (ditanya terkait operasi perusahaan MRA)," ucapnya singkat saat ditanya wartawan di Gedung KPK, Jakarta, Jumat (23/3/2018).

Ketika ditanya, apakah penyidik menyinggung aset mantan suaminya, Dian menepisnya. Penyidik, terangnya, bertanya sekitar 10 pertanyaan, tapi tak soal aset. "Ada banyak, 10," katanya.

KPK tengah menelisik peran mantan Dirut Garuda Emirsyah Satar alias ESA dan Komisaris PT MRA Soetikno Soedardjo. Penyidik mulai mendalaminya melalui orang-orang terdekat Soetikno. Dian, misalnya. "Dian Muljadi diperiksa sebagai saksi untuk ESA," ujar Juru bicara KPK, Febri Diansyah.

KPK juga akan memanggil Albert Burhan, VP Treasury Management PT Garuda Indonesia 2005-2012. "Albert juga diperiksa sebagai saksi hari ini," terang Febri.

Dalam kasus ini, Emirsyah dan Soetikno telah ditetapkan sebagai tersangka. Keduanya disinyalir melakukan dugaan korupsi dengan Rolls Royce dan Airbus terkait pengadaan mesin dan pesawat PT Garuda Indonesia.

Emirsyah diduga menerima suap dari Soetikno dalam bentuk uang €1,2 juta dan US$180 ribu dan barang senilai US$2 juta dari Rolls Royce. Barang yang diterima tersebar di Singapura dan Indonesia.

Atas dugaan itu, Emirsyah disangkakan Pasal 12 huruf a atau b dan/atau Pasal 11 Undang-Undang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi (UU Tipikor) juncto Pasal 55 Ayat (1) KUHP juncto Pasal 64 Ayat (1) KUHP.

Sedangkan Soetikno selaku pemberi suap, dijerat Pasal 5 ayat (1) huruf a atau Pasal 5 ayat (1) huruf b atau Pasal 13 UU Tipikor juncto Pasal 55 Ayat (1) ke-1 KUHP juncto Pasal 64 Ayat (1) KUHP.

Editor: Fatah H Sidik


500
komentar (0)