logo rilis
Dipamerkan di Festival Cisadane 2019, Produk Olahan Ini Sudah Go Internasional
Kontributor
Zulhamdi Yahmin
27 Juli 2019, 13:30 WIB
Dipamerkan di Festival Cisadane 2019, Produk Olahan Ini Sudah Go Internasional
FOTO: RILIS.ID/Zulhamdi Yahmin

RILIS.ID, Tangerang— Pemerintah Kota Tangerang kembali menggelar Festival Cisadane 2019 di Jalan Benteng Jaya, Benteng Makasar, Kota Tangerang, Banten. 

Festival yang dibuka langsung oleh Wali Kota Tangerang, Arief R Wismansyah dan dihadiri Staf Ahli Menteri (SAM) Bidang Multikultural Kementerian Pariwisata, Esthy Reko Astuti itu digelar sejak kemarin, Jumat 26 Juli sampai 3 Agustus 2019. 

Selain menampilkan pagelaran budaya daerah, aktraksi hoverboard, jet ski, lomba perahu naga dan hiburan band, festival itu juga terdapat stan dari seluruh SKPD maupun UMKM, salah satunya dari Dinas Ketahanan Pangan Kota Tangerang.

Beragam produk olahan dari hasil pertanian ditampilkan dalam pameran di stan tersebut. Produk Olahan itu adalah hasil dari pembinaan kepada masyarakat yang dilakukan oleh Dinas Ketahanan Pangan Kota Tangerang. 

Menurut Rika Kartika dari Dinas Ketahanan Pangan, beragam produk yang ditampilkan dalam stan di Festival Cisadane 2019 itu adalah atas arahan dari Wali Kota Tangerang, Arief R Wismansyah. 

"Arahan dari pak wali kota itu Festival Cisadane ini untuk memberdayakan potensi masyarakat. Kita memfasilitasi potensi yang ada dari masyarakat sesuai dengan tupoksi OPD masing-masing seperti Dinas Ketahanan Pangan," kata Rika di lokasi acara, Sabtu (27/7/2019). 

"Kita di sini ada binaan-binaan. Ada kelompok wanita tani, juga para pelaku usaha pangan lokal. Stan kita memang khusus untuk para pelaku binaan kita memamerkan produksi mereka," lanjutnya. 

Di Kota Tangerang, ungkap Rika, ada kampung tematik jahe yang juga dibina oleh Dinas Ketahanan Pangan. Ada tujuh titik lokasi yang dijadikan kampung tematik jahe. 

"Salah satu produknya olahan jahe sendiri. Itu bisa dibuat jahe instan, permen jahe, limun jahe dan sebagainya. Jadi kita semua ini memang untuk mempromosikan binaan kita. Iya (termasuk bagian destinasi pariwisata)," ujar Rika. 

Kampung tematik jahe sendiri baru dimulai pada 2018 lalu sebagai bagian dari program Wali Kota Tangerang yang menginginkan pembangunan di kota tersebut hingga ke tingkat RW, termasuk untuk memberdayakan masyarakat. 

"Jadi RW ada andalan masing-masing. Salah satunya ini kami melakukan pelatihan budidaya menanam jahe. Kan tanah terbatas, jadi dengan polybag tidak ada alasan tidak menanam. Jadi setiap rumah ada pohon jahe," ungkap dia. 

Pihaknya, imbuh Rika, terus memberikan pembinaan dan pelatihan mulai dari menanam sampai dengan mengemas dengan menarik produk tersebut. Salah satu hasil produk itu, menurutnya, sudah diekspor sampai ke Jepang. 

"Yang ini sudah sampai ke Jepang, jahe instan. Terus di tempat oleh-oleh di bandara juga sudah ada. Produk yang lain juga sudah ada di tempat oleh-oleh," pungkasnya. 




Bagaimana menurut anda tentang artikel ini ?
500
komentar (0)





2019 | WWW.RILIS.ID