logo rilis
Din Syamsudin Tawarkan Dua Opsi soal Konflik Israel-Palestina
Kontributor
Taufik Saifuddin
07 Desember 2017, 23:35 WIB
berita
Mantan Ketum PP Muhammadiyah, Din Syamsuddin. FOTO: RILIS.ID/Taufiq Saifuddin

RILIS.ID, Jakarta— Mantan Ketum PP Muhammadiyah Din Syamsuddin mengatakan, kebijakan Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump yang mengakui Yerusalem sebagai Ibu Kota Israel justru menimbulkan masalah baru. 

Pasalnya selama ini negara-negara dunia tengah berupaya membangun perdamaian di dua negara tersebut. 

Din pun menawarkan dua opsi atas persoalan ini. "Pertama, Yerusalem bisa dibagi dua wilayah. Bagian timur itu ke Palestina dan bagian barat ke Israel," kata Din kepada Wartawan di Kompleks Parlemen, Jakarta, Kamis (7/12/2017). 

Menurutnya, hal itu rasional sebab di bagian Timur Yerusalem memang dihuni oleh mayoritas orang Palestina. Sementara di bagian Barat juga mayoritas ditempati oleh warga Israel. 

Opsi kedua jelas Din, Yerusalem dijadikan sebagai Kota Suci dunia oleh tiga agama besar, Yahudi, Kristen dan Islam. Artinya, wilayah itu masuk dalam kategori wilayah masyarakat dunia dan tidak mengklaim terhadap satu negarapun. 

"Saya kira kedua opsi ini sedang kita bahas bersama masyarakat dunia. Eh, tiba-tiba AS secara sepihak bikin pendapat begitu. Saya kira tidak hanya Islam, tapi umat agama manapun harus menolaknya," tegas Din dengan nada tinggi. 

Din beranggapan, keputusan Presiden Trump tersebut dapat dipandang sebagai bentuk agresi negara atas negara lain. Betapa tidak, Yerusalem selama ini masih diperebutkan oleh Palestina dan Israel. 

"Dunia international harus menyatakan ini tidak benar. Ini harus kita tolak lebih dari kita kutuk, karena menggangu proses perdamaian yang selama ini kita bangun," tandas Din penuh semangat. 

Bagikan artikel
Tags
#Mantan Ketum PP Muhammadiyah
#Din Syamsuddin
#Presiden Amerika
#Donald Trump
#Dua Opsi
Bagaimana reaksi anda tentang artikel ini?
500
komentar (0)